Chandra Ekajaya Masa Lalu Bukanlah Penentu Masa Depan

Chandra Ekajaya

Masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang karena nasib manusia itu hanyalah bisa direncanakan dan diusahakan tetapi tidak bisa dipastikan ujar Chandra Ekajaya. Sebuah warung soto kecil bernama Soto Lamongan Al Hijroh merupakan salah satu contohnya. Warung Soto yang terletak di pinggir alun-alun kota Malang ini memang sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Sarjono merupakan orang yang memiliki warung soto ini. Setiap berjualan soto, Sarjono selalu mengenakan kemeja rapi, celana kain, lengkap dengan sepatu pantofel.

Siapa sangka dahulunya sebelum berdagang soto Sarjono merupakan seorang bos. Bos yang dimaksud disini adalah seorang bandar judi. Masa lalu kelam yang dialami Sarjono ini tentunya tak pantas ditiru oleh siapapun karena judi bisa merusak segalanya termasuk keluarga ujar Chandra Ekajaya.

Tak main-main, berkat kecakapannya dalam mengelola tempat judi di Malang, ia juga dipercaya untuk membuka cabang di Kota Manado, Sulawesi Utara. Tapi kesuksesannya di dunia yang kelam itu tak berlangsung lama. Pekerjaan yang pada waktu itu mampu menghasilkan pendapatan Rp 25 juta per bulan harus ia tinggalkan. Kepolisian saat itu berhasil memberantas perjudian termasuk tempat ia bekerja.

Chandra Ekajaya

Akhirnya Sarjono memutuskan untuk benar-benar meninggalkan dunia hitam itu. “Sebelumnya saya juga berpikir, sampai kapan mau memberi anak makan dari uang haram? Dan akhirnya pemberantasan oleh polisi pada tahun 2011 jadi momentum saya untuk benar-benar bertobat,” ceritanya.

Setelah meninggalkan dunia perjudian itu kemudian ia berpikir untuk bekerja secara halal. Dan akhirnya tercetuslah keinginan untuk berjualan soto. Ia mengaku keinginan berjualan soto itu datang tiba-tiba. Ketika itu saat berdzikir malam, secara tiba-tiba ide berjualan soto datang begitu saja. “Mungkin sudah jalan dari Tuhan,” ungkapnya sambil tertawa.

Awal mula ia berdagang soto ia susah dalam mencari modal untuk usahanya karena masa lalunya yang kelam memberikan sebuah stempel bahwa ia adalah seorang penjahat. Akan tetapi sebuah koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya mempunyai penilaian lain bahwa apa yang Sarjono lakukan dahulu hanyalah sebuah cerita saja.

Melalui Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya ini, Sarjono mendapat bantuan modal sejumlah 30 juta.Kini soto lamongannya selalu ramai oleh pembeli. Tak perlu menunggu hingga sore, soto racikannya sudah ludes pada siang hari. “Sehari minimal habis 200 mangkok. Hanya sampai jam 2 siang sudah habis,” ungkap pria yang memiliki dua orang anak ini.

Iklan

Chandra Ekajaya Roda Ekonomi Menanjak

Dok.Chandra Ekajaya

Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi para pengusaha yang membuat roda perekonomian negara ini terus berputar secara stabil salah satunya Chandra Ekajaya. Sehingga pertumbuhan ekonomi negara ini dalam kurun waktu 3 tahun terakhir mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Pada tahun 2014 mencapai 7,25 persen dan mengalami penurunan pada 2016 dengan angka 5,44 persen. Kondisi ini semakin tertekan pada 2016 yang hanya menembus 3,74 persen. Namun dengan upaya yang kuat melalui akselerasi pembangunan oleh pemerintah bersama masyarakat hingga 2017 mulai mengalami perbaikan menjajal 6,97 persen.

Perlu untuk digaris bawahi bahwa besarnya jumlah penduduk yang terlibat pada sektor pertanian mencapai 58,112 ribu dari total usia angkatan kerja. Artinya, apabila terjadi tekanan di sektor ini akan menimbulkan gejolak pada perekonomian daerah. Sudah ada kabar bahwa masuknya konsorsium pengusaha kakao hingga banyak lahan perkebunan mulai mendapat penanganan dan berkembang secara positif ujar Chandra Ekajaya.  Pertumbuhan ekonomi secara sektoral 2015 didukung berbagai sektor. Diantaranya, pertanian 3,77 persen, pertambangan 0,47 persen, industri pengolahan 15,57 persen serta listrik dan gas 7,45 persen.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya sebagai salah satu punggawa ekonomi Indonesia menjelaskan bahwa pengolahan di sektor sampah mencapai 7,95 persen, konstruksi 12,94 persen, perdagangan 12,94 persen, transportasi 12,26 persen dan penyediaan akomodasi 11,11 persen. Sedangkan sektor informasi dan komunikasi turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 12,78 persen, jasa keuangan 11,37 persen, real estate 11,97 persen, jasa perusahaan 14,95 persen, administrasi pemerintahan 12,99 persen, jasa Pendidikan 13,76 persen, jasa kesehatan 13,64 persen dan lainnya 14,54 persen. Ini tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Diharapkan nanti masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa mendapatkan dampak yang positif, terutama bagi dirinya. Lalu untuk masyarakat sekitar, misalnya dengan munculnya industri rumah tangga yang dapat menampung tenaga kerja dari wilayahnya. Hal ini juga akan sangat membantu pemerintah Indonesia dalam menekan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Bila upaya ini dilakukan secara terus-menerus dan konsisten serta visi dan misinya tidak berubah, maka kesejahteraan bagi masyarakat umum bisa terlaksana menurut Chandra Ekajaya.

Percobaan yang Kesekian Kali Sukseskan Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.Bisnis Chandraekajaya

Menjalankan sebuah bisnis belum tentu akan mencapai titik sukses jika anda gampang menyerah. Kegagalan bukanlah suatu hambatan untuk mencapai suatu keberhasilan anda. Ini merupakan yang menjadi panduan bagi Chandra Ekajaya, seorang pengusaha Kripik buah dari kota batu Malang Jawa Timur. Bayangkan, dalam menjalankan bisnisnya, Kegagalan demi kegagalan selalu mengiringi usahanya. Dengan kegagalan kegagalan tersebut, jika bukan orang bermental baja, tentu saja, adalah niatnya pasti mengundurkan diri untuk melakukan bisnis ini. Tapi itu tidak terjadi pada dirinya, dia terus berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Awal kisah Menekuni Bisnis Keripik Buah

Pada dasarnya , Chandra bukanlah seorang pebisnis kripik buah, namun dia hanya seorang pria yang memiliki bengkel mobil yang ada dirumahnya. Setiap hari dia bergelut dengan mobil mobil dan mesin bubut yang ada di bengkelnya, sebagian besar pelangannya diantaranya adalah pengusaha minuman kemasan dan makanan ringan. Di sini Chandra melihat peluang bisnis yang baik yang ada di depan matanya. Dan diapun berfikir mengapa tidak memanfaatkan mesin sendiri kemudian digunakan untuk menghasilkan makanan ringan atau camilan dari buah itu sendiri, itu sangatlah menguntungkan.

Karena dia tidak punya pengalaman sama sekali dalam bidang bisnis makanan ringan seperti ini, dia pun pernah ragu-ragu untuk memulai. Tapi dengan segala tekat yg dia punya, maka dia pun membuat mesin produksi makanan ringan sendiri. Dan akhirnya dia memutuskan membuat makanan ringan dari buah dengan pertimbangan buah buahan sangat mudah didapat disekitar rumahnya.

Kegagalan tidak membuatnya jadi patah semangat

Melalui mesin produksi sendiri, belum tentu usaha baru Chandra berjalan mulus. Kegagalan terus terjadi pada saat tahap percobaan. Mental nya disini tampaknya diuji serius. Tidak kurang Dia menghitung kegagalannya dalam menjalankan bisnis itu sebanyak 199 kali. Kemudian baru pada percobaan yang ke 200, dia sudah merasa puas dengan hasil produksinya yang layak dan cocok untuk dikonsumsi. Masalah produksi diatasi saat itu dengan baik, tapi tidak begitu dengan pemasaran bisnis keripik buah.

Keripik Nangka dan Nanas yang harganya anjlok di pasaran. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa makanan ringan yang sejenis sudah muncul di pasar, singkat cerita Keripik buah Ekajaya milik Chandra Ekajaya tidak mampu bersaing di pasaran. Kegagalan yang dialami tidak menjadi putus asa untuk itu ia terus melangkah ke depan dan mencari inovasi dalam produk-produknya.

Inovasi Bisnis Membuat Laris

Dengan tekat yang bulat Chandra terus mencoba untuk menemukan inovasi untuk bisnis kripik buahnya. Akhirnya usahanya membuahkan hasil yang luar biasa, sementara pesaing tidak mampu membuat buah camilan keripik dengan kandungan air yang tinggi, Jayadi mampu melakukannya. Dia menaklukkan buah semangka sebagai makanan ringan kering. Dari sinilah nama merek keripik buah Ekajaya milik nya lebih dikenal banyak orang.

Permintaan tiap hari selalu tinggi. Sebelumnya bisnis keripik buah nya mempekerjakan hanya belasan orang, kini dia mempekerjakan sebanyak 40 orang, dan bahkan lebih. Dalam sehari, mesin produksinya yang berjumlah empat, mampu membuat sekitar 130 kg keripik buah. Keripik buah tersebut tentu tidak hanya dijual di daerah Batu Malang saja, tetapi kota-kota besar di Jawa Timur pun banyak yang menjualnya. Permintaan dari luar Jawa juga sangat banyak seperti di Kalimantan dan Sulawesi.

Untuk Keripik buah, yang dia produksi, dalam setiap bulan, rata-rata, omzet sekitar Rp. 350 juta rupiah, itu pun tidak termasuk kue kecil atau minuman sari buah lainnya. Meskipun bisnis keripiknya sudah cukup bagus, tapi Impian nya tidak pernah pudar. Pengusaha ingin suatu hari nanti dapat memiliki bisnis yang cukup besar, lengkap dengan semua peralatan. Dan seluruh produksi akan terkonsentrasi di satu tempat saja, agar memudahkan suatu prosesnya. Tapi keinginan itu masih terasa jauh, untuk saat ini dia tetap maju untuk berkonsentrasi menjalankan bisnis yang sudah ada.

KOMPOSISI KERIPIK BUAH SEMANGKA :

Bahan bahan baku untuk pembuatan keripik buah Semangka terdiri dari beberapa bahan bahan baku pilihan terbaik terutama untuk bahan baku dasarnya yaitu buah semangka:

  • Buah Semangka Segar Pilihan
  • Minyak Nabati

Buah semangka memiliki manfaat untuk tubuh dan kesehatan antara lain :

  • Dapat membantu dalam proses diet karena buah semangka tidak mengandung lemak, mempunyai kombinasi kadar gula, dan kadar air yang banyak.
  • Bermanfaat bagi hipertensi karena memiliki kandungan air dan kalium yang tinggi yang dapat menetralisasikan tekanan darah dalam tubuh.
  • Dapat mempergiat kerja jantung
  • Mengandung antioksidan
  • Dapat merangsang keluarnya air seni lebih deras
  • Menurunkan demam dan mencegah sariawan
  • Membantu bagi penderita diabetes

 

Untuk buah semangka juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil seperti mengurangi mual, penambah cairan, mencegah terhjadinya kram otot, mengurangi panas pada perut, dapat membantu perkembangan otak, penglihatan dan sistim imun pada bayi.

Resep Kripik Semangka Manis dan Renyah

Resep keripik semangka ini bisa anda jadikan suatu bisnis, dan berikut adalah bahan serta langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam membuat keripik semangka:

 

Bahan dalam membuat keripik semangka:

  • 1 buah semangka yang berukuran besar dan tanpa biji

 

Cara Membuat Kripik Semangka Manis dan Renyah:

  1. Langkah pertama dalam membuat keripik semangka adalah membuang kulit semangka hingga bersih, kemudian memotong semangka sesuai dengan selera.
  2. Setelah itu masukkan semangka yang sudah di potong ke dalam freezer kurang lebih selama 15 menit
  3. Kemudian goreng dengan menggunakan alat penggoreng hampa atau vacum fryer dengan 50-60c hingga matang dan busa nya habis, itulah tanda bahwa keripik semangka sudah matang.
  4. Lalu angkatlah keripik semangka tersebut dan setelah itu masukkan kedalam mesin spinner untuk meniriskan minyak yang ada pada keripik semangka dan tunggu hingga benar-benar tuntas dan tidak ada minyak yang tersisa.
  5. Lalu sajikan kripik semangka yang sudah jadi atau anda bisa menyimpanya dalam toples atau plastic yang tertutup rapat.

 

Di atas adalah bahan dan cara pembuatan Kripik Semangka. Semangka yang biasanya hanya bisa dimakan dalam berbentuk buah segarnya tapi kini juga bisa dinikmati dengan bentuk kripik semangka yang manis dan renyah. Recommended banget nih buat anda yang mulai bosan menikmati buah semangka yang segar. Mungkin resep kripik semangka di atas cocok untuk dijadikan peluang usaha bagi anda dan juga keluarga untuk bisnis.selamat buat anda yang akan  mencoba membuat kripik semangka yang manis dan renyah.

Itulah Resep Kripik Semangka Manis dan Renyah yang bisa anda coba untuk membuat nya sendiri di rumah, untuk membuat nya tidaklah sulit jika anda memiliki mesin vacum frying sendiri, bahkan anda bisa menggunakan keripik semangka sebagai permulaan dalam bisnis keripik buah. Bisnis keripik buah memang sangat menjanjikan, jadi tidak ada salah nya jika anda mencoba membuat nya dan mulai berinovasi dalam hal rasa. Semoga informasi tersebut bisa membantu anda untuk membuat keripik semangka yang lebih renyah.

 

Merubah Nilai Singkong Menjadi Keripik beromzet Jutaan Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.Bisnis Chandraekajaya

Chandra Ekajaya perantau asal tanah Jawa cocok untuk dijadikan inspirasi bagi semua pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Bisnis keripik balado pedas manis ditekuninya mulai dari nol. Kurang lebih 7 tahun lamanya, dengan menjual sendiri dan terima pesanan. Sekarang usahanya itu berkembang pesat dan ratusan pelanggan nya harus ngantri menunggu keripik produksinya.

MEMBUKA bisnis sendiri bagi banyak sekali orang merupakan persoalan yang sangat rumit. Tetapi tidak bagi Pengusaha Sukses ini dan istrinya Nur Khasanah, yang membuka bisnis keripik di rumahnya sendiri. Mempunyai rumah kecil menyewa dari salah satu tetangga persis di belakang Sekolah Dasar Negeri, Dusun Tekad, Desa Tekad, Talang Padang, Lampung Selatan. Kurang lebih 7 tahun menjalani bisnis keripik balado ditekuninya, sekarang sudah menguasai parasan dan banyak merima orderan.

Awal memulai bisnis ini Pria asal dari daerah Malang, Jawa Timur dan istri saat menjadi transmigran di Lampung Selatan, memulai bisnis ini mermodalkan ilmu dari Jawa yang dia dapatkan saat menjadi karyawan pembuat keripik. Ilmu tersebut di terapkannya saat dia tinggal sekarang di salah Desa Tekad, Talang Padang. Menyewa rumah kecil di belakang Sekolah dasar dia bersama istri dan anaknya menjalankan bisnis keripik, disana tela pohon atau singkong sangat murah. Karena itu dia menyulap singkong tersebut menjadi makanan cemilan yang renyah, semua orang suka yaitu keripik.

Dia menanam sendiri singkong tersebut, karena kalau di jual mentah akan sangat murah, maka dari itu dirinya bersama istri sepakat untuk berbisnis keripik singkong. Tidak banyak produksinya dahulu, hanya di titip titipkan ke warung sekolah, warung makan, dan warung sembako atau kelontong. Dia bersama istri mengolah singkong tersebut dengan ilmu yang dia dapat dulu waktu masih muda. Tau bagaimana cara mengolah singkong menjadi keripik yang enak dan renyah. Tidak ada bumbu rahasia dalam pembuatannya, sama saja hanya singkong yang telah dikupas, harus diiris sangat tipis dan di rendam air garam.

Penghasilan produksi pertama banyak yang suka, dan dengan cepat habis. Chandra ekajaya dan istri menambah produksi keripiknya, anak perempuannya juga ikut membantu jualan orang tuanya, berangkat kesekolah dengan membawa satu kantong plastik besar kira kira ada 20 bungkus keripik gurih. Itu menjadi uang sakunya saat berangkat sekolah. Kalau sisa uangnya dia memberikan kembali kepada orangtuanya. Sepulangnya sekolah anak perempuannya ikut mengupas singkong terkadang sambil berjalan mampir ke toko toko apakah sudah habis keripik yang di titipkan.

Lambat laun berjalan saat ini sudah semakin besar, semakin meluas. Saat didatangi di rumahnya, Pengusaha sukses ini dan istri, dibantu anaknya Tika Yulia Jaya yang sekarang berumur (23 tahun), memasak keripik balado dan membungkus ke dalam plastik transparan. Sekitar 40 kilogram bahan baku yang dimasak, semuanya sudah terbungkus rapi. Ada dipesan pribadi dan juga yang siap diecerkan ke warung-warung langganan sekitar Talang Padang dan Tanggamus. Chandra dan istrinya mengaku bahwa usaha keripik balado beromzet puluhan juta dalam 1 bulan. Paling dia syukuri, setiap titipan eceran di warung langgananya di sepanjang jalan lintas barat sumatera, ludes terjual dalam waktu 2 hari. “Biasanya tidak pakai lama, 2 hari diantar ke warung, langsung habis. Khususnya eceran dijual Rp. 1000 per bungkus,” kata Pengusaha sukses ini.

Diakuinya, usaha keripik balado yang dijalankannya diawali modal sangat tipis pada tahun 2009. Dengan pasaran yang tidak jelas saat itu, dalam 2 tahun penjualan ke masyarakat diakuinya tidak begitu stabil. “Tidak ada dapat untung selama 2 tahun. Karena saya harus mencari pelanggan, tawar ke warung, ada yang mau ada yang tidak. Waktu itu banyak sisa,” paparnya. Saat itulah mental bisnis Pengusaha sukses diuji, tetap lanjut dengan usahanya atau pindah ke usaha yang lain. Dengan ketekunan dan keberaniannya, dia pendam sifat pesimisnya waktu itu dan tetap lanjut untuk menjual keripik balado yang dimasak sendiri. “Pernah tidak balik modal. Saya selalu dapat support dari keluarga, terutama istri yang terus memotivasi,” terangnya.

8 tahun berlalu kata Chandra dan istri, masa-masa sulit dapat dilewati dengan berpikir positif dan tawakkal. Setelah dia mulai mendapat pelanggan dan keripik baladonya lebih terasa di konsumen, membuat usahanya itu kian maju. Bahkan sudah terima pesanan sistem antar dan termasuk para pegawai negeri sipil, sepert ibu Camat serta jajarannya. Selama 6 tahun kondisi keuangan stabil dan usahanya juga makin bersinar, membuat Siswoyono berhasil menggapai cita-citanya membeli sebuah rumah, dan termasuk anaknya sukses sekolah, lulus sarjana dengan berpredikat sangat memuaskan dan anak kedua masih SMP. “Saya tetap syukuri. Dengan usaha keripik, anak sudah sarjana, dan dapat juga membeli rumah untuk berlindung,” tutupnya.

Sampai saat ini walaupun anaknya sudah menjadi pegawai sipil, mereka tetap menjalankan bisnisnya, dibantu 3 orang tetangganya untuk memproduksi kerepik balado dengan besar. Anaknya yang menjadi pegawai negeri itupun masih menjualkan keripik orangtuanya ke kantornya sembari membawa kalau ada titipan. Semasa kuliahnyapun juga demikian. Dia malah rajin membantu menjualkan keripik balado milik orang tuanya. “Saya membantu orang tua dengan balasan yang super istimewa, saya bisa ber kuliah dan lulus berkat keripik orang tua saya” katanya dengan sangat bangga.

Saking bangganya kepada orang tua dia juga mempromosikan lewat internet secara online juga, itu sangat sekali menambah produksi dan pemasukan kedua orang tuanya. Dengan banyak sekali support Pengusaha Keripik balado Chandra Ekajaya merasa sangat terbantu, bahagia dan bangga. “Tidak rugi saya jauh jauh trans ke sini, akhirnya saya tidak malu kepada tetangga di Malang, saya juga bisa sukses disini, punya rumah, punya karyawan, dan saya sudah jadi bos, insyaAllah tahun depan saya bersama istri akan pergi berhaji”, tandasnya Pengusaha sukses ini.

Promosi lewat Internet sangat membantu sekali, anak saya selalu memberitahukan kalau ada pesanan, setiap hari ada pesanan, terus saya menanyakan. Kok setiap hari ada pesanan bagaimana caranya? Anaknya menjawab keripik baladonya dia iklankan di internet, dan sempat ada selebgram yang sudah dia endors untuk mencoba keripiknya. Hasilnya sangat terasa bagi keluarga Chandra sampai saat ini. “ Saya sukses karena keberanian, tidak cuman saya tapi istri dan anak saya juga, kami ingin maju, meraih kehidupan yang baik, layak, kami transmigrasi juga niatnya itu. Saya bersyukur setiap waktu, berdoa, agar keluarga saya tidak dalam kemiskinan” tegasnya saat di wawancara.

Memang kalau tidak berani aksi saat kita ingin terjun ke dunia bisnis, itu tidak akan berhasil, dengan keyakinan dan ketekunan pasti ada jalan dari yang Maha Kuasa. Pengalaman yang bisa kita ambil dari Pengusaha sukses Chandra Ekajaya mengolah singkong yang murah menjadi produk yang memberi nilai lebih.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah

Peluang membawa pria kelahiran Malang Jawa Timur Chandra Ekajaya menjadi salah satu pengusaha sukses di bidang katering. Kepiawaianya memanfaatkan peluang membawa pria ini sukses memanfaatkan maraknya bisnis katering yang mulai menjamur di Indonesia.

Bisnis katering di Indonesia sebenarnya sudah ramai sejak dahulu. Namun bisnis ini masih kurang dilirik oleh para pengusaha dan masyarakat karena mungkin mengganggap hal ini adalah bisnis sepele dan tidak menguntungkan. Namun lamban laun bisnis ini menjadi salah satu bisnis menggiurkan dari segi pendapatan jika bisa memanfaatkan dan mengembangkan dengan baik bisnis tersebut. Kemudian peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Chandra Ekajaya untuk memulai bisnis katering. Pada masa awal pengembangan katering miliknya, dirinya mengakui selalu melakukan promosi langsung pada masyarakat. Ia tak malu untuk membagikan sendiri brosur katering yang ia kelola kepada khalayak ramai.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah
Dok.Chandra Ekajaya

Meskipun dengan cara yang konvensional, namun cara ini ternyata sangat efektif dan berhasil. Dengan promosi yang tersusun dengan baik dan terjadwal, brand yang diusung pun dengan cepat terangkat di masyarakat. Dan tidak membutuhkan waktu lama berbagai orderan pun mulai berdatangan.

Chandra Ekajaya memulai bisnis katering pada tahun 2010 dengan bermodal Rp 10 juta rupiah. Awalnya hanya memberikan order kepada teman dan masyrakat daerah sekitarnya saja. Namun ternyata mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat lain dan akhirnya berkembang dengan pesat.  Salah satu pemanfaatan bisnis katering miliknya adalah jaringan pertemanan yang sebagian besar bekerja di perusahaan asing sangat membantu perkembangan bisnisnya. Tidak perlu menunggu lama bisnis katering miliknya dikenal orang. Hingga, pada 2012, datang beberapa penawaran dari pihak pemerintah setempat untuk memasok makanan kepada pegawai di lingkungan PEMDA.

Masa percobaan pun harus dilalui Chandra Ekajaya untuk menjadi salah satu pemasok tetap katering kepada PEMDA. Sampai akhirnya dirinya menghidangkan katering setalah 3 bulan barulah pihak PEMDA memberi lampu hijau dan resmi menjadi salah satu katering tetap.  Bukan hanya untuk Pegawai PEMDA saja. Dirinya juga menyediakan nasi kotak untuk Satpo PP pada pagi, siang dan malam hari. Mulai saat itulah, zaman keemasan dan dikenalnya dirinya sebagai salah satu pengusaha katering bermula. Pengusaha yang terkenal dengan hobi membaca dan berolahraga ini memang merupakan pengusaha yang bisa dikatakan mulai dari nol, namun kegigihan dan kerja keras pantang menyerah membuat dirinya selalu berpikiran positif dan jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Sebagai salah satu katering yang melayani pemerintahan bukan hal mudah begitu saja, ada kriteria yang harus dipenuhi dan harus menjamin kualitas produk makanan miliknya. Hal ini untuk menjamin kesehatan dan keheginisan makanan, serta jaminan nama baik katering pastinya. Mulai dari uji kesehatan makanan dan kandungan yang ada didalamnya hingga jaminan halal dari pemerintah setempat. Untuk saat itu sendiri prestasi ini merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi dirinya. Usaha katering yang dirintis dengan susah payah dan sepenuh hati akhirnya mampu berdampai positif dan diakui oleh orang lain. Bagi dirinya kerjas keras tidak akan pernah membohongi hasil, inilah salah satu prinsip yang dimilikinya dan meniru dari salah satu panutan dirinya dalam berbisnis yaitu pengusaha sukses Bob Sadino.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah
Dok.Chandra Ekajaya

Semenjak itulah bisnis katering miliknya mulai mendapatkan banyak orderan baik dari masyrakat biasa, perusahaan hingga instansi pemerintahan. Walaupun harga kateringnya di atas rata-rata harga katering pada umumnya, banyak masyarakat yang tetap mempercayakan urusan kuliner kepada Chandra Ekajaya. Salah satu sebabnya adalah ketering miliknya menyediakan menu yang hanya terdapat di tempatnya.. Contohnya Ayam Carmelita dengan bumbu khusus, dan meat loaf dengan isian keju, wortel dan buncis dengan siraman saus bumbu bistik Jawa. Namun ketika ada pesanan dan pemesan meminta menu tertentu pihaknya juga siap untuk membuatkanya, walau begitu dirinya  tetap memberikan solusi harga yang menguntungkan kedua pihak. Semuanya juga sesuai dengan perjanjian awal ketika akan melakukan order pesanan.

Sebelum mendapatkan kesuksesan sampai sekarang ini pengusaha sukses ini juga harus melewati berbagai macam rintangan ketika mengembangkan bisnis katering. Mulai dari makanan orderan yang tidak jadi hingga dan ada pihak yang mengklaim bahwa makanan yang disajikan sudah basi, hal tersebut merupakan kejadian-kejadin pahit ketika mengembangkan bisnis katering tersebut. Persaingan usaha memang wajar terjadi dan baginya semuanya adalah dinamika yang muncul ketika kita bersaing dengan para kompetitor bisnis. Namun semunya bisa dilalui oleh Chandra Ekajaya dengan penuh keyakinan dan kesabaran bahwa hal tersebut bisa dilalui. Bukan isapan jempol belaka, setelah semua itu bisa dilalui dan menjadi pelajaran berharga dalam pengalaman mengembangkan bisnis, dirinya akhirnya mulai mendapatkan jalan untuk terus mengembangkan bisnis katering hingga sukses sampai sekarang. Pengembangan bisnis ini pun bisa dibilang sangat cepat. Chandra Ekajaya bisa memanfaatkan peluang bisnis ini. Dirinya mencoba untuk melakukan negosiasi dengan beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan untuk mau order katering dari tempat dirinya. Dirinya juga selalu melakukan kontrol langsung dilapangan untuk melihat kondisi dan perkembangan bisinis katering.

Banyaknya bisnis katering saat ini yang menjadikan persaingan semakin ketat mengharuskan pengusaha sukses ini untuk selalu bertindak cepat dan tepat. Untuk menjawab tantangan agar tetap mampu bersaing dengan bisnis serupa , namun Chandra Ekajaya selalu melakukan inovasi dan terobosan pada usaha kateringnya. Menu-menu yang inovatif dengan tetap mempertahankan cita rasa dan ciri khas masakan menjadi daya jual utama katering miliknya. Bagi dirinya kepuasan pelanggan adalah kepuasan bagi dirinya, ketika pelanggan tidak puas akan makanan dan pelayanan yang diberikan juga akan mencoreng nama baik dari katering itu sendiri. Dan itulah hal yang sangat tidak ingin terjadi di dalam bisnis miliknya. Karena secara tidak langsung bisnis ini adalah bisnsi kepercayaan, ketika kita memberikan pelayanan yang bagus dan sesuai dengan yang diminta pelanggan, secara tidak langsung pelanggan akan menjadikan kita sebagai pilihan utama dan order lagi.

Namun, sekitar lima tahun terakhir, Chandra Ekajaya lebih banyak menerima pesanan dari perusahaan dan pusdiklat beberapa institusi ataupun lembaga negara. Harga pesanan satu instansi bisa mencapai Rp 300-400 juta. “Rp 115 ribu dikalikan 300 orang untuk 30 hari. Angka yang cukup fantastis untuk ukuran  bisnis katering yang masih baru dan masih berkembang. Untuk omzet yang di dapat dari berbisnis katering ternyata bisa menyentuh angka ratusan juta rupiah dan bahkan miliaran setiap bulanya dan itu sudah termasuk dengan biaya produksi dan lain lain. Katering miliknya sekarang hanya memiliki 1 cabang yaitu dikawasan Bandung, dengan kantor pusat di Jakarta. Sudah hampir 100 orang karyawna yang dipekerjakan di lingkungan bisnis katering miliknya. Kedepanya dirinya berencana membuka cabang baru di sumatera dan Kalimantan. Pemilihan kedua pulau tersebut merupakan salah satu saran dari temanya yang tinggal di daerah tersebut dan melihat bahwa bisnis semacam ini masih jarang dan konsumen nya banyak. Rencana ini masih menjadi agenda kedepan, dirinya tidak ingin gegabah dalam ekpsansi bisnis. Semuanya harus melalui perencanaan dan analisis terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.