Ingin Bikin Merk Usaha Ini Perlu Diperhatikan

Konsep yang sering diapakai oleh sebagian besar pengusaha yang akan membuat label atau brand produk adalah dengan menggunakan aspek ATM atau Amati Tiru dan Modofikasi. Hal ini bisa jadi dilakukan oleh pengusaha dan salah satu penyebabnya adalah ingin meniru kesuksesan usaha yang sebelumnya. Namun dengan menggunakan nama yang menarik dan desain kemasan produk yang unik juga perlu diperhatikan ketika akan membuat label usaha. Semakin unik kemasan produk, bisa jadi hal tersebut menjadi nilai tambah bagi produk yang dijual.

Ingin Bikin Merk Usaha Ini Perlu Diperhatikan

Menurut Chandra Ekajaya Dalam proses pembuatan kemasan produk, selain membuat merk/ label, produsen juga tidak boleh mngesampingkan masalah utama berkaitan dengan produk yaitu tanggal kadaluarsa dan komposisi produk secara detail harus dicantumkan. Hal ini bertujuan sebagai langkah informasi kepada konsumen agar tidak ragu dalam mengkonsumsi produk yang dijual. Pencantuman komposisi bahan baku juga sudah diatur dalam undang-undang tentang makanan karena hal ini juga akan sangat berguna dalam proses pengurusan ijin, baik ijin P-IRT, sertifikat HALAL maupun ijin BPOM.

Ingin Bikin Merk Usaha Ini Perlu Diperhatikan

Namujn ketika akan membuat label dan merk usaha pada produk ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan menurut Chandra Ekajaya antara lain.

  1. Buat Desain Seunik Mungkin

Untuk masalah desain memang bisa dibilang bisa mendukung produk yang dijual, karena dengan desain yang unik dan berbeda dengan lainya bisa dibilang hal ini akan menarik konsumen untuk mengetahui apa si produk tersebut dan membelinya.

  1. Jangan Pernah Menggunakan Brand Yang Ada

Penggunaan nama brand jelas harus berbeda, karena jika nama brand sama maka akan timbul konflik karena permasalahan hak cipta dan karya. Jika brand tersebut di daftarkan kepada lembaga yang berwajib berarti brand tersebut sudah memiliki hak cipta dan tidak boleh di plagiat atau ditiru terlebih dimanfaatkan untuk kepentingan komersil.

Inilah langkang simple yang harus bisa menjadi dasar ketika akan membuat label atau brand merek produk usaha milik kita menurut Chandra Ekajaya. Semuanya memang diserahkan kepada pemilik usaha tersebut bagaimananya usaha itu akan berlanjut, dan saran dari pengusaha sukses Chandra Ekajaya bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang menjadi pioneer dan berbeda atau unik dari lainya baik dari segi produk dan labeling produk tersebut.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Usia bukan halangan bagi orang ingin maju dan sukses, siapa saja yang memiliki keinginan dan semangat bisnis bisa meraih kesuksesan. Chandra Ekajaya salah satu contoh dan membuktikanya mencapai sukses di usia yang masih bisa dibilang tergolong  muda. Chandra Ekajaya menjadi pengusaha muda sukses lewat bisnis aksesoris unik, dirinya berhasil meraup omset lebih dari Rp 100 juta rupiah per bulannya dengan menjual aksesoris unik seperti kalung, gelang, dan pin.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Bisnis yang dianggap kecil oleh sebagian besar orang ini ternyata bisa mendatangkan keuntungan yang tidak terduga. Awalnya Chandra Ekajaya bisa dibilang iseng saja, menularkan bakat seni yang dimilikinya menjadi salah satu hal yang dilakukanya ketika awal membuka bisnis. Kegemaranya mendesain sesuatu produk atau barang menjadi desain yang unik ternyata membuat para teman-temanya menyukainya, dan kemudian terpikirlah dirinya untuk melakukan pemasaran produk dari desainya.

Bermodal Rp 500 ribu rupiah dirinya awal membuat beberapa aksesoris seperti kalung dan gelang saja dan ternyata mendapat respon yang sangat positif banyak yang menyukainya. Sampai dari beberapa temanya meminta kepada Chandra Ekajaya untuk memproduksi kembali lebih banyak dan dengan model yang unik lagi. Setelah beberapa bulan berjalan yang tadinya hanya memproduksi 500 pcs kalung dan gelang, naik pesat dengan memproduksi lebih dari 1000 pcs bukan gelang dan kalung melainkan mulai dengan aksesoris pakaian dan beberapa pin bahkan gesper.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Dalam memperkenalkan bisnisnya ini, Chandra Ekajaya melakukan promosi dan pengenalan produk menggunakan media online berupa media sosial seperti facebook, twitter dan Instagram. Berkat kejelianya memanfaatkan media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran bisnisnya sukses berkembang secara pesat mengusung brand naman Joly Loly dirinya memberanikan semakin memperbesar jumlah produksi dengan jenis produksi yang lebih bervariasi.

Chandra Ekajaya juga menggunakan strategi reseller dalam memasarkan produknya, strategi ini dirasa sangat ampuh untuk memperluas jaringan pemasaran hingga keseluruh wilayah Indonesia. Dari waktu ke waktu kematangannya dalam berbisnis semakin terlihat. Dibuktikan dari keinginannya untuk menjadi produsen produk fashion karena keuntungannya yang lebih besar ketimbang hanya menjadi seorang reseller. Kematangan lain yang muncul adalah, Chandra Ekajaya memproduksi barang dalam jumlah yang sedikit alias limited edition dan ternyata produk limited edition memiliki peminat yang sangat banyak dan bahkan harus banyak yang tidak kebagian ketika dikeluarkanya produk baru dengan mengusung brand limited edition.

Chandra Ekajaya Jalani Rutinitas Seru You and Me Fashion

Sebagai pemilik You and Me Fashion, Chandra Ekajaya memiliki rutinitas yang bisa dibilang sibuk setiap harinya. Hal itu wajar karena bagi pengusaha bisnis sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan yang tidak bisa di kesampingkan. Berbagai rutinitas dirinya lakukan mulai dari mencari desain produk ter baru, mengontrol produksi produk, pembukuan dan masih banyak lagi lainya.

Chandra Ekajaya Jalani Rutinitas Seru You and Me Fashion

Bagi Chandra Ekajaya semuanya sudah dirinya lakukan dengan ikhlas, karena dari bisnis tersebutlah mampu membuat dirinya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik kedepanya. Memang dari awal dirinya sudah berniat dan bertekad suatu saat nanti akan menjadi pengusaha sukses. Namun saat itu bahkan tidak terlintas dalam benaknya akan menjadi kenyataan, kenyataanya semua itu sekarang benar-benar terjadi.

Setiap harinya sebagai pemilik You and Me Fashion dirinya terus mencari dan memikirkan ide-ide produk desain yang sekiranya mampu memberikan penyegaran dalam produk yang sudah dihadirkan saat ini. Produk baru merupakan salah satu terobosan dan strategi untuk terus mengembangkan bisnis semakin dicintai oleh pelanggan dan juga menarik konsumen baru untuk membeli produk yang di jual. Dari berbagai rutinitas tersebut ada salah satu rutinitas sehari-hari yang lumayan membuat dirinya harus menyita pikiran banyak, yaitu mengenai permasalahan pembukuan atau kontrol produksi.

Chandra Ekajaya Jalani Rutinitas Seru You and Me Fashion

Pembukuan dan kontrol produksi memang bisa dikatakan membutuhkan ekstra energy dan waktu yang cukup banyak. Untuk proses pembukuan sendiri memang sudah ada bagian yang menangani secara profesional, namun dirinya tidak ingin lepas tangan begitu saja. Secara tidak langsung dirinya juga ikut mengawasi pembukuan dan sesekali jika ada selisih atau perbedaan dirinya langsung turun mengecek dan meyelesaikan permasalahan tersebut.

Untuk kontrol produksi, Chandra Ekajaya sedikit kewalahan saat ini, begitu banyaknya pesanan pasar, terkadang membuat banyak kesalahan produksi yang terjadi, semisal barang harus dicetak berapa namun kelebihan atau kekurangan dan bahkan bisa masuk kepada stok barang lain yang harusnya tidak. Untuk permasalahan ini dirinya selalu berkordinasi dengan pihak produksi dan desainer untuk menentukan stock dan pesanan yang ada agar tidak terjadi kesalahan.

Sebagai pemimpin perusahaaan Chandra Ekajaya ingin memberikan panutan kepada para karyawan bahwa pemimpi yang  baik adalah pemimpin yang memebrikan contoh benar dan mau turun kebawah jika ada permasalahan yang muncul.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Adakah yang pernah mendengar atau mencoba makanan yang satu ini  yaiut memakan mie yang bisa melayang? di Kota Solo ada warung unik yang menyediakan dan menjual makanan mie tebang.  Warung unik ini menjual mie yang disajikan bisa melayang-layang.. Inovasi bisnis kuliner ini dilakukan oleh pemuda kreatif yang bernama Mamang Tse, dirinya merupakan seorang pelawak asal Kota Solo.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Inovasi memang akan menghasilkan sesuatu yang unik dan aneh. Salah satu inovasi memang harus dilakukan dalam berbisnis. Hal ini dilakukan agar konsumen bisa menemukan produk lain daripada yang lain dan tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja. Itulah yang diyakini Mamang Tse, yang memutuskan mendirikan usaha warung makan mie dan bakso dengan konsep yang berbeda dengan menonjolkan hal unik mie bisa terbang.

Aneh tapi nyata inovasi mie terbang yang satu ini, garpu terbang seolah membuat mie yang ada di mangkuk ikut melayang. Keunikan lainya yaitu  mangkuk mie ini bisa dimakan. Mamang Tse sengaja membuat mangkuk sendiri dari bahan bakso. Daging sapi yang sudah digiling, dicetak berbentuk mangkuk, dan disajikan sebagai wadah mie dan bahan lainnya.

Hal unik yang satu ini mendapat respon yang sangat baik oleh pecinta kuliner di kota Solo. Banyak yang heran dan penasaran dengan produk Mie Terbang buatan Mamang Tse. Setiap hari Mamang Tse bisa menjual lebih dari 100 porsi mie ayam terbang di warung miliknya. Bukan hanya menyediakan mie ayam terbang saja, dirinya juga memberikan pilihan tambahan kuliner lainya yaitu bakso beranak. Bakso beranak merupakan istilah untuk menu bakso besar dengan bermacam isian di dalamnya. Ketika dibuka, seolah bakso tersebut beranak.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Seluruh menu di Mamang Tse dijual dengan kisaran harga belasan hingga dua puluh lima ribu rupiah. Harga ini sangat terjangkau dengan kualitas dan keunikan dari produk yang dihasilkan bukan harga yang mahal untuk sajian unik dan lezat.

Bisnis kuliner menjadi salah satu potensi bisnis yang harus selalu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Indonesia. Pasar kuliner bisa dikatakan bisnis yang tidak bisa mati seperti yang diungkapkan pengusaha sukses Chandra Ekajaya. Dengan inovasi dan ketekunan bukan tidak mungkin orang lain bisa menjadi pengusaha sukses seperti Chandra Ekajaya dan Mamang Tse.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Dari berbagai ide bisnis yang sudah ada mungkin ada beberapa ide bisnis yang bisa dibilang unik dan tidak terpikirkan banyak oleh orang lain. Namun sebenarnya ide-ide bisnis seperti inilah yang mampu membuat pelaku bisnis tersebut mampu menghadirkan produk unik dan laris dipasaran. Pemikiran tersbeut sejalan dengan yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya, dengan memanfaatkan ide bisnis tas belanja unik.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Tas belanja memang menjadi salah satu bawaan wajib untuk orang yang akan berbelanja, kebanyakan orang masih menggunakan tas kresek untuk membawa belanjaan. Namun pola ini sudah mulai berubah, mengusung tema go green penggunaan tas kresek saat ini mulai dikurangi dan kebanyakan orang sudah mulai berubah dengan menggunakan tas belanja untuk membawa belanjaan.

Chandra Ekajaya memanfaatkan peluang ini dengan menghadirkan inovasi tas belanja unik dan kekinian sebagai pilihan tas untuk membawa belanja. Mentargetkan segmen pasar ibu-ibu dan remaja putri, dirinya menghadirkan tas belanjaa dengan dikombinasikan dengan aksen dan motif modern dan unik. Pemilihan ini ternyata di respon baik oleh para konsumen, dan kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan tas belanja buatan dari Chandra Ekajaya daripada menggunakan tas kresek sebagai bawaan belanja.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Bermodal uang Rp 10 juta rupiah, awal memulai bisnis ini Chandra Ekajaya dalam kurun waktu satu bulan saja sudah bisa mengantongi keuntungan hingga mencapai Rp 1 – Rp 2 juta perbulan. Namun setelah berjalan beberapa bulan kemudian dengan mengandalkan pemasaran menggunakan media online baik facebook, instagram dan beberapa markter place terjadi peningkatakan penjualan secara drastis. Mungkin salah satu hal yang membuat tas belanja unik miliknya diburu oleh para konsumen selain karena motif nya yang unik, juga penggunaan media online sebagai sarana pemasaran.

Penggunaan tas belanja untuk berbelanja menurut Chandra Ekajaya saat ini harus digalakan, selain melihat dari aspek keuntungan bagi dirnya sendiri, namun dirinya khawatir sampah yang dihasilkan oleh tas kresek berbelanja dapat mencemari lingkungan. Terlebih sampah plastic sangat sulit diurai dan hancur, butuh waktu hingga berpuluh-puluh tahun agar menjadikan sampah tersebut hancur.