Merubah Nilai Singkong Menjadi Keripik beromzet Jutaan Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.Bisnis Chandraekajaya

Chandra Ekajaya perantau asal tanah Jawa cocok untuk dijadikan inspirasi bagi semua pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Bisnis keripik balado pedas manis ditekuninya mulai dari nol. Kurang lebih 7 tahun lamanya, dengan menjual sendiri dan terima pesanan. Sekarang usahanya itu berkembang pesat dan ratusan pelanggan nya harus ngantri menunggu keripik produksinya.

MEMBUKA bisnis sendiri bagi banyak sekali orang merupakan persoalan yang sangat rumit. Tetapi tidak bagi Pengusaha Sukses ini dan istrinya Nur Khasanah, yang membuka bisnis keripik di rumahnya sendiri. Mempunyai rumah kecil menyewa dari salah satu tetangga persis di belakang Sekolah Dasar Negeri, Dusun Tekad, Desa Tekad, Talang Padang, Lampung Selatan. Kurang lebih 7 tahun menjalani bisnis keripik balado ditekuninya, sekarang sudah menguasai parasan dan banyak merima orderan.

Awal memulai bisnis ini Pria asal dari daerah Malang, Jawa Timur dan istri saat menjadi transmigran di Lampung Selatan, memulai bisnis ini mermodalkan ilmu dari Jawa yang dia dapatkan saat menjadi karyawan pembuat keripik. Ilmu tersebut di terapkannya saat dia tinggal sekarang di salah Desa Tekad, Talang Padang. Menyewa rumah kecil di belakang Sekolah dasar dia bersama istri dan anaknya menjalankan bisnis keripik, disana tela pohon atau singkong sangat murah. Karena itu dia menyulap singkong tersebut menjadi makanan cemilan yang renyah, semua orang suka yaitu keripik.

Dia menanam sendiri singkong tersebut, karena kalau di jual mentah akan sangat murah, maka dari itu dirinya bersama istri sepakat untuk berbisnis keripik singkong. Tidak banyak produksinya dahulu, hanya di titip titipkan ke warung sekolah, warung makan, dan warung sembako atau kelontong. Dia bersama istri mengolah singkong tersebut dengan ilmu yang dia dapat dulu waktu masih muda. Tau bagaimana cara mengolah singkong menjadi keripik yang enak dan renyah. Tidak ada bumbu rahasia dalam pembuatannya, sama saja hanya singkong yang telah dikupas, harus diiris sangat tipis dan di rendam air garam.

Penghasilan produksi pertama banyak yang suka, dan dengan cepat habis. Chandra ekajaya dan istri menambah produksi keripiknya, anak perempuannya juga ikut membantu jualan orang tuanya, berangkat kesekolah dengan membawa satu kantong plastik besar kira kira ada 20 bungkus keripik gurih. Itu menjadi uang sakunya saat berangkat sekolah. Kalau sisa uangnya dia memberikan kembali kepada orangtuanya. Sepulangnya sekolah anak perempuannya ikut mengupas singkong terkadang sambil berjalan mampir ke toko toko apakah sudah habis keripik yang di titipkan.

Lambat laun berjalan saat ini sudah semakin besar, semakin meluas. Saat didatangi di rumahnya, Pengusaha sukses ini dan istri, dibantu anaknya Tika Yulia Jaya yang sekarang berumur (23 tahun), memasak keripik balado dan membungkus ke dalam plastik transparan. Sekitar 40 kilogram bahan baku yang dimasak, semuanya sudah terbungkus rapi. Ada dipesan pribadi dan juga yang siap diecerkan ke warung-warung langganan sekitar Talang Padang dan Tanggamus. Chandra dan istrinya mengaku bahwa usaha keripik balado beromzet puluhan juta dalam 1 bulan. Paling dia syukuri, setiap titipan eceran di warung langgananya di sepanjang jalan lintas barat sumatera, ludes terjual dalam waktu 2 hari. “Biasanya tidak pakai lama, 2 hari diantar ke warung, langsung habis. Khususnya eceran dijual Rp. 1000 per bungkus,” kata Pengusaha sukses ini.

Diakuinya, usaha keripik balado yang dijalankannya diawali modal sangat tipis pada tahun 2009. Dengan pasaran yang tidak jelas saat itu, dalam 2 tahun penjualan ke masyarakat diakuinya tidak begitu stabil. “Tidak ada dapat untung selama 2 tahun. Karena saya harus mencari pelanggan, tawar ke warung, ada yang mau ada yang tidak. Waktu itu banyak sisa,” paparnya. Saat itulah mental bisnis Pengusaha sukses diuji, tetap lanjut dengan usahanya atau pindah ke usaha yang lain. Dengan ketekunan dan keberaniannya, dia pendam sifat pesimisnya waktu itu dan tetap lanjut untuk menjual keripik balado yang dimasak sendiri. “Pernah tidak balik modal. Saya selalu dapat support dari keluarga, terutama istri yang terus memotivasi,” terangnya.

8 tahun berlalu kata Chandra dan istri, masa-masa sulit dapat dilewati dengan berpikir positif dan tawakkal. Setelah dia mulai mendapat pelanggan dan keripik baladonya lebih terasa di konsumen, membuat usahanya itu kian maju. Bahkan sudah terima pesanan sistem antar dan termasuk para pegawai negeri sipil, sepert ibu Camat serta jajarannya. Selama 6 tahun kondisi keuangan stabil dan usahanya juga makin bersinar, membuat Siswoyono berhasil menggapai cita-citanya membeli sebuah rumah, dan termasuk anaknya sukses sekolah, lulus sarjana dengan berpredikat sangat memuaskan dan anak kedua masih SMP. “Saya tetap syukuri. Dengan usaha keripik, anak sudah sarjana, dan dapat juga membeli rumah untuk berlindung,” tutupnya.

Sampai saat ini walaupun anaknya sudah menjadi pegawai sipil, mereka tetap menjalankan bisnisnya, dibantu 3 orang tetangganya untuk memproduksi kerepik balado dengan besar. Anaknya yang menjadi pegawai negeri itupun masih menjualkan keripik orangtuanya ke kantornya sembari membawa kalau ada titipan. Semasa kuliahnyapun juga demikian. Dia malah rajin membantu menjualkan keripik balado milik orang tuanya. “Saya membantu orang tua dengan balasan yang super istimewa, saya bisa ber kuliah dan lulus berkat keripik orang tua saya” katanya dengan sangat bangga.

Saking bangganya kepada orang tua dia juga mempromosikan lewat internet secara online juga, itu sangat sekali menambah produksi dan pemasukan kedua orang tuanya. Dengan banyak sekali support Pengusaha Keripik balado Chandra Ekajaya merasa sangat terbantu, bahagia dan bangga. “Tidak rugi saya jauh jauh trans ke sini, akhirnya saya tidak malu kepada tetangga di Malang, saya juga bisa sukses disini, punya rumah, punya karyawan, dan saya sudah jadi bos, insyaAllah tahun depan saya bersama istri akan pergi berhaji”, tandasnya Pengusaha sukses ini.

Promosi lewat Internet sangat membantu sekali, anak saya selalu memberitahukan kalau ada pesanan, setiap hari ada pesanan, terus saya menanyakan. Kok setiap hari ada pesanan bagaimana caranya? Anaknya menjawab keripik baladonya dia iklankan di internet, dan sempat ada selebgram yang sudah dia endors untuk mencoba keripiknya. Hasilnya sangat terasa bagi keluarga Chandra sampai saat ini. “ Saya sukses karena keberanian, tidak cuman saya tapi istri dan anak saya juga, kami ingin maju, meraih kehidupan yang baik, layak, kami transmigrasi juga niatnya itu. Saya bersyukur setiap waktu, berdoa, agar keluarga saya tidak dalam kemiskinan” tegasnya saat di wawancara.

Memang kalau tidak berani aksi saat kita ingin terjun ke dunia bisnis, itu tidak akan berhasil, dengan keyakinan dan ketekunan pasti ada jalan dari yang Maha Kuasa. Pengalaman yang bisa kita ambil dari Pengusaha sukses Chandra Ekajaya mengolah singkong yang murah menjadi produk yang memberi nilai lebih.

Iklan