Pentingnya Pelatihan di Dalam Koperasi

Diklat Teknis Koprasi Chandra Ekajaya

Koperasi hampir sama dengan organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien. Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum, mengangkat / memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.

Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.

Sama seperti koperasi yang lain, sebuah koperasi yang cukup ternama di Malang, koperasi Chandra jaya Bersinar Group juga menerapkan pelatihan tersebut. Adapun tujuannya ialah untuk meningkatkan Pengetahuan Pengurus/ Pengelola Koperasi dalam mengelola Koperasi sesuai dengan praktek Bisnis yang sehat di dalam koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya ini.

Pelatihan Koperasi Chandra Ekajaya

Meningkatkan Pengetahuan Pengurus/ Pengelola Koperasi agar dapat menjalankan usaha kopersi dengan baik sehingga para pengurus maupun pengelola nantinya mempunyai pengetahuan yang luas tentang permasalahan di sebuah koperasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan pengurus/ pengelola Koperasi dalam mengerjakan Administrasi dengan tertib.

Masalah keterampilan pengurus/ pengelola Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group juga tak luput menjadi tujuan pelatihan ini, khususnya di bidang akuntansi koperasi sehingga dapat mengerjakan administrasi keuangan sesuai dengan sistem akuntansi koperasi.

Chandra Ekajaya selaku pimpinan dalam koperasi tersebut sangat berupaya keras dalam meningkatkan kemampuan para pengurus dan pengelola dalam mengerjakan pembukuan Koperasi secara benar agar tak terjadi suatu masalah yang besar di kemudian hari sehingga bisa merusak nama koperasi miliknya.

Selain itu untuk masalah pembuatan laporan, Chandra Ekajaya selalu meminta pertanggung jawaban setiap tahunnya sehingga RAT dapat dilaksanakan tepat waktu dan SHU yang umumnya ada di dalam koperasi dapat dibagi sesuai dengan haknya masing-masing.

Iklan

Chandra Ekajaya Masa Lalu Bukanlah Penentu Masa Depan

Chandra Ekajaya

Masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang karena nasib manusia itu hanyalah bisa direncanakan dan diusahakan tetapi tidak bisa dipastikan ujar Chandra Ekajaya. Sebuah warung soto kecil bernama Soto Lamongan Al Hijroh merupakan salah satu contohnya. Warung Soto yang terletak di pinggir alun-alun kota Malang ini memang sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Sarjono merupakan orang yang memiliki warung soto ini. Setiap berjualan soto, Sarjono selalu mengenakan kemeja rapi, celana kain, lengkap dengan sepatu pantofel.

Siapa sangka dahulunya sebelum berdagang soto Sarjono merupakan seorang bos. Bos yang dimaksud disini adalah seorang bandar judi. Masa lalu kelam yang dialami Sarjono ini tentunya tak pantas ditiru oleh siapapun karena judi bisa merusak segalanya termasuk keluarga ujar Chandra Ekajaya.

Tak main-main, berkat kecakapannya dalam mengelola tempat judi di Malang, ia juga dipercaya untuk membuka cabang di Kota Manado, Sulawesi Utara. Tapi kesuksesannya di dunia yang kelam itu tak berlangsung lama. Pekerjaan yang pada waktu itu mampu menghasilkan pendapatan Rp 25 juta per bulan harus ia tinggalkan. Kepolisian saat itu berhasil memberantas perjudian termasuk tempat ia bekerja.

Chandra Ekajaya

Akhirnya Sarjono memutuskan untuk benar-benar meninggalkan dunia hitam itu. “Sebelumnya saya juga berpikir, sampai kapan mau memberi anak makan dari uang haram? Dan akhirnya pemberantasan oleh polisi pada tahun 2011 jadi momentum saya untuk benar-benar bertobat,” ceritanya.

Setelah meninggalkan dunia perjudian itu kemudian ia berpikir untuk bekerja secara halal. Dan akhirnya tercetuslah keinginan untuk berjualan soto. Ia mengaku keinginan berjualan soto itu datang tiba-tiba. Ketika itu saat berdzikir malam, secara tiba-tiba ide berjualan soto datang begitu saja. “Mungkin sudah jalan dari Tuhan,” ungkapnya sambil tertawa.

Awal mula ia berdagang soto ia susah dalam mencari modal untuk usahanya karena masa lalunya yang kelam memberikan sebuah stempel bahwa ia adalah seorang penjahat. Akan tetapi sebuah koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya mempunyai penilaian lain bahwa apa yang Sarjono lakukan dahulu hanyalah sebuah cerita saja.

Melalui Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya ini, Sarjono mendapat bantuan modal sejumlah 30 juta.Kini soto lamongannya selalu ramai oleh pembeli. Tak perlu menunggu hingga sore, soto racikannya sudah ludes pada siang hari. “Sehari minimal habis 200 mangkok. Hanya sampai jam 2 siang sudah habis,” ungkap pria yang memiliki dua orang anak ini.