Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah

Peluang membawa pria kelahiran Malang Jawa Timur Chandra Ekajaya menjadi salah satu pengusaha sukses di bidang katering. Kepiawaianya memanfaatkan peluang membawa pria ini sukses memanfaatkan maraknya bisnis katering yang mulai menjamur di Indonesia.

Bisnis katering di Indonesia sebenarnya sudah ramai sejak dahulu. Namun bisnis ini masih kurang dilirik oleh para pengusaha dan masyarakat karena mungkin mengganggap hal ini adalah bisnis sepele dan tidak menguntungkan. Namun lamban laun bisnis ini menjadi salah satu bisnis menggiurkan dari segi pendapatan jika bisa memanfaatkan dan mengembangkan dengan baik bisnis tersebut. Kemudian peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Chandra Ekajaya untuk memulai bisnis katering. Pada masa awal pengembangan katering miliknya, dirinya mengakui selalu melakukan promosi langsung pada masyarakat. Ia tak malu untuk membagikan sendiri brosur katering yang ia kelola kepada khalayak ramai.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah
Dok.Chandra Ekajaya

Meskipun dengan cara yang konvensional, namun cara ini ternyata sangat efektif dan berhasil. Dengan promosi yang tersusun dengan baik dan terjadwal, brand yang diusung pun dengan cepat terangkat di masyarakat. Dan tidak membutuhkan waktu lama berbagai orderan pun mulai berdatangan.

Chandra Ekajaya memulai bisnis katering pada tahun 2010 dengan bermodal Rp 10 juta rupiah. Awalnya hanya memberikan order kepada teman dan masyrakat daerah sekitarnya saja. Namun ternyata mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat lain dan akhirnya berkembang dengan pesat.  Salah satu pemanfaatan bisnis katering miliknya adalah jaringan pertemanan yang sebagian besar bekerja di perusahaan asing sangat membantu perkembangan bisnisnya. Tidak perlu menunggu lama bisnis katering miliknya dikenal orang. Hingga, pada 2012, datang beberapa penawaran dari pihak pemerintah setempat untuk memasok makanan kepada pegawai di lingkungan PEMDA.

Masa percobaan pun harus dilalui Chandra Ekajaya untuk menjadi salah satu pemasok tetap katering kepada PEMDA. Sampai akhirnya dirinya menghidangkan katering setalah 3 bulan barulah pihak PEMDA memberi lampu hijau dan resmi menjadi salah satu katering tetap.  Bukan hanya untuk Pegawai PEMDA saja. Dirinya juga menyediakan nasi kotak untuk Satpo PP pada pagi, siang dan malam hari. Mulai saat itulah, zaman keemasan dan dikenalnya dirinya sebagai salah satu pengusaha katering bermula. Pengusaha yang terkenal dengan hobi membaca dan berolahraga ini memang merupakan pengusaha yang bisa dikatakan mulai dari nol, namun kegigihan dan kerja keras pantang menyerah membuat dirinya selalu berpikiran positif dan jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Sebagai salah satu katering yang melayani pemerintahan bukan hal mudah begitu saja, ada kriteria yang harus dipenuhi dan harus menjamin kualitas produk makanan miliknya. Hal ini untuk menjamin kesehatan dan keheginisan makanan, serta jaminan nama baik katering pastinya. Mulai dari uji kesehatan makanan dan kandungan yang ada didalamnya hingga jaminan halal dari pemerintah setempat. Untuk saat itu sendiri prestasi ini merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi dirinya. Usaha katering yang dirintis dengan susah payah dan sepenuh hati akhirnya mampu berdampai positif dan diakui oleh orang lain. Bagi dirinya kerjas keras tidak akan pernah membohongi hasil, inilah salah satu prinsip yang dimilikinya dan meniru dari salah satu panutan dirinya dalam berbisnis yaitu pengusaha sukses Bob Sadino.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah
Dok.Chandra Ekajaya

Semenjak itulah bisnis katering miliknya mulai mendapatkan banyak orderan baik dari masyrakat biasa, perusahaan hingga instansi pemerintahan. Walaupun harga kateringnya di atas rata-rata harga katering pada umumnya, banyak masyarakat yang tetap mempercayakan urusan kuliner kepada Chandra Ekajaya. Salah satu sebabnya adalah ketering miliknya menyediakan menu yang hanya terdapat di tempatnya.. Contohnya Ayam Carmelita dengan bumbu khusus, dan meat loaf dengan isian keju, wortel dan buncis dengan siraman saus bumbu bistik Jawa. Namun ketika ada pesanan dan pemesan meminta menu tertentu pihaknya juga siap untuk membuatkanya, walau begitu dirinya  tetap memberikan solusi harga yang menguntungkan kedua pihak. Semuanya juga sesuai dengan perjanjian awal ketika akan melakukan order pesanan.

Sebelum mendapatkan kesuksesan sampai sekarang ini pengusaha sukses ini juga harus melewati berbagai macam rintangan ketika mengembangkan bisnis katering. Mulai dari makanan orderan yang tidak jadi hingga dan ada pihak yang mengklaim bahwa makanan yang disajikan sudah basi, hal tersebut merupakan kejadian-kejadin pahit ketika mengembangkan bisnis katering tersebut. Persaingan usaha memang wajar terjadi dan baginya semuanya adalah dinamika yang muncul ketika kita bersaing dengan para kompetitor bisnis. Namun semunya bisa dilalui oleh Chandra Ekajaya dengan penuh keyakinan dan kesabaran bahwa hal tersebut bisa dilalui. Bukan isapan jempol belaka, setelah semua itu bisa dilalui dan menjadi pelajaran berharga dalam pengalaman mengembangkan bisnis, dirinya akhirnya mulai mendapatkan jalan untuk terus mengembangkan bisnis katering hingga sukses sampai sekarang. Pengembangan bisnis ini pun bisa dibilang sangat cepat. Chandra Ekajaya bisa memanfaatkan peluang bisnis ini. Dirinya mencoba untuk melakukan negosiasi dengan beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan untuk mau order katering dari tempat dirinya. Dirinya juga selalu melakukan kontrol langsung dilapangan untuk melihat kondisi dan perkembangan bisinis katering.

Banyaknya bisnis katering saat ini yang menjadikan persaingan semakin ketat mengharuskan pengusaha sukses ini untuk selalu bertindak cepat dan tepat. Untuk menjawab tantangan agar tetap mampu bersaing dengan bisnis serupa , namun Chandra Ekajaya selalu melakukan inovasi dan terobosan pada usaha kateringnya. Menu-menu yang inovatif dengan tetap mempertahankan cita rasa dan ciri khas masakan menjadi daya jual utama katering miliknya. Bagi dirinya kepuasan pelanggan adalah kepuasan bagi dirinya, ketika pelanggan tidak puas akan makanan dan pelayanan yang diberikan juga akan mencoreng nama baik dari katering itu sendiri. Dan itulah hal yang sangat tidak ingin terjadi di dalam bisnis miliknya. Karena secara tidak langsung bisnis ini adalah bisnsi kepercayaan, ketika kita memberikan pelayanan yang bagus dan sesuai dengan yang diminta pelanggan, secara tidak langsung pelanggan akan menjadikan kita sebagai pilihan utama dan order lagi.

Namun, sekitar lima tahun terakhir, Chandra Ekajaya lebih banyak menerima pesanan dari perusahaan dan pusdiklat beberapa institusi ataupun lembaga negara. Harga pesanan satu instansi bisa mencapai Rp 300-400 juta. “Rp 115 ribu dikalikan 300 orang untuk 30 hari. Angka yang cukup fantastis untuk ukuran  bisnis katering yang masih baru dan masih berkembang. Untuk omzet yang di dapat dari berbisnis katering ternyata bisa menyentuh angka ratusan juta rupiah dan bahkan miliaran setiap bulanya dan itu sudah termasuk dengan biaya produksi dan lain lain. Katering miliknya sekarang hanya memiliki 1 cabang yaitu dikawasan Bandung, dengan kantor pusat di Jakarta. Sudah hampir 100 orang karyawna yang dipekerjakan di lingkungan bisnis katering miliknya. Kedepanya dirinya berencana membuka cabang baru di sumatera dan Kalimantan. Pemilihan kedua pulau tersebut merupakan salah satu saran dari temanya yang tinggal di daerah tersebut dan melihat bahwa bisnis semacam ini masih jarang dan konsumen nya banyak. Rencana ini masih menjadi agenda kedepan, dirinya tidak ingin gegabah dalam ekpsansi bisnis. Semuanya harus melalui perencanaan dan analisis terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Iklan

Chandra Ekajaya Belajar Lingsir Wengi

Chandra Ekajaya juga belajar Bahasa Jawa

 

Film Dedemit (2017) yang akan diluncurkan oleh sutradara Chandra Ekajaya ini dapat diilang akan mengangkat seorang nama aktris cantik bernama Vionna sebagai pemeran utama dalam film tersebut. Dalam film tersebut, peran sebagai sosok yang dapat memanggil roh dengan cara melagukan tembang berjudul Lingsir Wengi.

Lagu dengan bahasa Jawa tersebut pun menjadi tantangan bagi sang aktris, Vionna. Lagu Lingsir Wengi adalah salah satu tembang Jawa yang dapat digunakan oleh sutradara Chandra Ekajaya untuk menambah kesan misterius di film yang juga akan dibintangi oleh beberapa selebritis ternama seperti Indira Cokolato dan Rejo Paula. Vionna yang harus melantunkan nada-nada Jawa itu pun belajar khusus dari sang asisten rumah tangganya tersebut yang kebetulan datang dari desa di Jawa Tengah.

Lingsir Wengi (Dok. Chandra Ekajaya)

Film bergenre horror ini akan masuk dalam layar bioskop pada bulan Juni 2017 mendatang. Saat ini, Chandra Ekajaya masih banyak mengambil gambar dari adegan-adegan yang disusun dalam film tersebut. Kabarnya, ia telah menghabiskan biaya hingga Rp 1,2 miliar untuk penggarapan tersebut.

Chandra Ekajaya, mengaku bahwa kini ia pun tengah fokus lebih pada penggarapan film tersebut. Karena di sela-sela penggarapan film tersebut, ia juga tengah menggarap sebuah company profile untuk perusahaan periklanan yang tengah ia dirikan. Kabarnya Chandra Ekajaya tengah sibuk menggarap acara-acara tersebut agar mampu memberikan supplai dana untuk penggarap film Dedemit yang sebentar lagi akan rilis di bioksop.

Yohanes Chandra Ekajaya Sajikan Olahan Cireng Rasa Internasional

usaha cireng pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

usaha cireng yohanes chandra ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya pengusaha dan pebisnis sukses muda Indonesia, generasi muda adalah generasi aktif yang memiliki banyak ide-ide kreatif yang sangat menarik. Salah satu potensi yang harus mampu digali dan diasah oleh generasi muda. Tak terkcuali bisnis kuliner. Yohanes Chandra Ekajaya yang suka akan kuliner mengembangkan ide kreatif nya dengan membuka bisnis kuliner olahan cireng yang diberi nama Cha Cireng.

Ide kreatif ini nampaknya menjadi cirri khas anak muda jaman sekarang untuk mengambangkan bisnis kulinernya. Dengan kerja keras mengolah dan meracik olahan kuliner asli Indonesia berupa cireng. Akhrinya Chandra mampu menciptakan olahan cemilan khas jawa barat ini yang sangat inovatif dan memiliki daya saing yang tinggi.

Awal mula mengembangkan bisnis ini adalah diawal tahun 2012, titik awal inimenjadi perintis membuka bisnis Cha Cireng. Dengan pemikiran ingin mengembangkan makanan khas tradisional Indonesia dan juga bisa mengangkat nilai makanan khas Indonesia.

usaha cireng pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya menuturkan bahwa ia telah memiliki pengalaman mencicipi beragam kuliner daerah di beberapa wilayah di Indonesia. Ia sangat meyakini bahwa kuliner asli Indonesia sebenarnya mempunyai kekuatan dan nilai jual yang tidak kalah dengan kuliner asing. Permasalahannya adalah saat ini masih banyak pandangan sebelah mata yang menganggap kuliner lokal tidaklah menarik dan terkesan ketinggalan jaman.

Dari hal itulah mereka mulai menyusun berbagai resep dan olahan cireng. Olahan khas pasundan jawa barat ini diolah dan menambahkan beberapa unsur modernisasi. DIolah dengan bahan-bahan pilihan dna mengutamakan kenikmatan produk olahanya itu.

Setelah memantapkan konsep dan strategi bisnis, pengembang Cha Cireng mulai melakukan pemasaran produknya. Di tahun 2014, salah satu strategi yang sukses mendompleng nama besar Cha Cireng adalah keputusan untuk membuka jaringan pemasaran lewat kerjasama distributor dan reseller yang ada di seluruh Indonesia.

Strategi inilah yang diusung oleh Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya dan kemudian perlahan mampu memperkenalkan Cha Cireng sebagai produk kuliner lokal namun mempunyai kualitas international. Dari awalnya puluhan, kini sampai awal tahun 2016 jumlah reseller aktif Cha Cireng sudah mencapai ribuan mitra. Bahkan beberapa distributor Cha Cireng sudah ada yang mampu menaikkan omset usaha hingga 100 juta rupiah dalam satu bulan.

Dari situ pemasaran produk Cha Cireng kian berkembang hingga merambah ke pasar luar negeri. Beberapa negara yang saat ini telah disambangi oleh produk Cha Cireng antara lain Malaysia, Thailand, Belanda, Mesir, Qatar, Australia, Jepang serta beberapa negara lain.

Yohanes Chandra Ekajaya Kantongi Untung Besar Lewat Bisnis Ayam Goreng

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan seorang sosok pengusaha muda sukses Indonesia yang dikenal melalui salah satu bisnisnya yang bergerak pada bidang kuliner yaitu bisnis ayam goreng. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur pada 29 tahun silam ini memang berhasil meracik bumbu untuk bisnisnya tersebut. Meski baru tiga tahun berjalan, Yohanes Chandra Ekajaya telah sukses dalam meraup keuntungan dengan bisnis ayam goreng miliknya yang diberi label bernama Ayam Goreng Kang Eka. Membawa konsep gerai berupa gerobak yang berdiri di pinggiran jalan,  Yohanes Chandra Ekajaya optimis dalam membangun bisnisnya tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa peluang bisnis tersebut dilatarbelakangi dari merebaknya penikmat fried chicken yang tak pernah surut dan terus mendatangkan banyak konsumen baik dari kalangan kelas menengah kebawah hingga ke atas. Ayam goreng memang menjadi makanan primadona bagi sebagian banyak orang. Keistimewaan rasa dan kerenyahan ayam goreng memang menjadi andalan bagi para pedagang yang ingin bergerak dalam bisnis serupa.
yohanes-chandra-ekajaya-ayam
Yohanes Chandra Ekajaya juga mengisahkan bahwa ia telah membuka gerai tersebut hampir delapan tahun dalam menggeluti bisnis usaha ayam gorengnya. Sebelumnya, Yohanes Chandra Ekajaya bekerja sebagai seorang pengusaha yang juga sukses di bidang bisnis serupa.

Kini kesuksesan demi kesuksesan mulai didapatkan dari Yohanes Chandra Ekajaya. Yohanes Chandra Ekajaya merinci bahwa biaya yang ia keluarka untuk setiap harinya mencapai 20 ekor untuk setiap harinya. Harga setiap porsi ayam gorengnya pun dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau yaitu antara Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu untuk setiap porsinya. Omzet puluhan juta rupiah pun merupakan omzet yang didapatkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya untuk setiap bulannya.

yohanes-chandra-ekajaya-bisnis-ayam-goreng

Yohanes Chandra Ekajaya pun tak mau berpuas diri, ia pun menceritakan bahwa di tengah pasar yang semakin kompetitif, ia terus mengembangkan bisnisnya dengan strategi yang jitu. Pengembangan kualitas produk, layanan, serta strategi marketing menjadi beberapa hal yang dikembangkan oleh lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini untuk bersaing di tengah percaturan bisnis ayam tepung dalam pasar domestik.

yohanes-chandra-ekajaya-kantongi-untung-besar-lewat-bisnis-ayam-goreng

Yohanes Chandra Ekajaya Sukseskan Kopi Gayo di Pasar Dunia

pengusaha kopi gayo yohanes chandra ekajaya

 

pengusaha kopi gayo J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya seorang pengusaha muda sukses yang dikenal lewat berbagai bisnisnya di bidang kuliner. Nah, baru-baru ini Yohanes Chandra Ekajaya tengah merintis sebuah usaha warung kopi yang fokus untuk mengeksplor rasa dan cita rasa kopi Aceh dan kini tengah moncer di pasar mancanegara.

Ya, Kopi Gayo merupakan salah satu komoditi yang dikembangkan oleh pria kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut. Kopi yang menjadi salah satu ikon kota Aceh ini memang digemari oleh banyak orang, khsusunya para pecinta kopi. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya kopi Gayo merupakan sebuah komoditi yang mendatangkan peluang bisnis, dimana kopi tersebut mulai merambah ke berbagai daerah seperti Medan, Padang, dan Makassar.

Selain dikarenakan kopi merupakan sebuah kebudayaan yang identik dengan masyarakat Indonesia, Yohanes Chandra Ekajaya memang pandai dalam memasarkan produk tersebut hingga ke belahan dunia. Kini bisnis kopi miliknya yang bernama Kopi Gaung ini memang telah menjadi primadona.

pengusaha kopi gayo yohanes chandra ekajaya

Pelaku bisnis Kopi Gayo saja bangun coffeeshop meniru konsep kebanyakan mini market yang sudah dipadukan seperti warung kopi. Yohanes Chandra Ekajaya pun telah melakukannya demikian, dimana warung Kopi Gaung memang dikonsep seperti minimarket dengan penataan tradisional dan dipadukan dengan konsep warung kopi.

Uniknya, minimarket yang disediakan oleh Yohanes Chandra Ekajaya pun tak hanya sekadar menjajakan makanan dan minuman ringan. Namun, Yohanes Chandra Ekajaya mencoba menawarkan kepada para konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk organik yang ia dapatkan dari para petani organik di berbagai desa.

Kampanye hidup sehat memang menjadi hal yang digembor-gemborkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya lewat warung tersebut. Hal tersebut dibuktikan olehnya melalui berbagai macam produk yang ditawarkan kepada para konsumen seperti burger dari bahan-bahan organic, mie ayam yang terbuat dari sawi, kerupuk ikan, dan sebagainya. Setiap bulannya Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan penghasilan hingga ratusan jutapiah. Meski sukses dalam bisnis tersebut, Yohanes Chandra Ekajayaterus mengembangkan produk-produk andalannya agar mampu menjaring dan dipercaya oleh konsumen baik lokal maupun global.

Yohanes Chandra Ekajaya Pintar dalam Memilih Kuteks

Perempuan merupakan makhluk ciptaan Tuhan paling indah, karenanya wanita sering diposisikan sebagai makhluk yang diagung-agungkan oleh bebeapa bangsa di dunia ini. Di era modern saat ini keindahan seorang wanita dapat dilihat dari berbagai aspek, bahkan hal terkecil sekalipun dalm fisik seorang wanita itu. Bagi perempuan, wajah cantik saja terasa kurang. Kuku pun jadi perhatian dan dipoles agar terlihat lebih menarik. Tetapi, hati-hati bagi Anda yang gemar menghias kuku dengan kuteks. Keseringan pakai kuteks malah bisa merusak jaringan kulit.

Sesuai dengan perkembangan zaman saat ini ada berbagai macam jenis kuteks yang dikembangkan. Saat ini kuteks makin mudah didapatkan. Varian warna dan harganya pun makin beragam. Namun Anda perlu cerdas memilih dan menggunakannya. Sebab, kuteks merupakan campuran berbagai zat kimia. Formaldehyde salah satu zat yang bekerja sebagai bahan pengeras serta pengawet pada kuteks. Sehingga tidak bisa sembarangan dalam memilih kuteks

yohanes-chandra-ekajaya-kuteks

Salah satu zat yang umum didapatkan pada kandungan kuteks itu merupakan turunan dari formalin berwu-judgasmaupun cairan. Apabiladigu-nakan jangka panjang bisa mengakibatkan rusaknya jaringan kulit, kuku dan reaksi alergi.

Seperti yang diungkapkan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Yohanes Chandra Ekajaya, SpKK, pemakaian kuteks dalam jangka waktu terbatas tidak mempunyai dampak yang begitu serius.

yohanes-chandra-ekajaya-pintar-dalam-memilih-kuteks

“Kulit harus tetap dijaga kesehatannya, kalau sudah waktunya kuteks harus segera dibuka, jangan terlalu sering menggunakan karena kuku juga butuh nutrisi dan bernafas’ ujar dr Yohanes Chandra Ekajaya dokter yang lama di bidang kulit dan kelamin itu.

Dampak pemakaian kuteks secara berlebihan juga bisa menyebabkan alergi pada kulit. Misalnya saja ketika kuku menyentuh bagian tubuh yang sensitif (leher) akan mengakibatkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit akibat zat kimia pada kuteks.

“Yang namanya zat kimia pasti ada dampaknya pada kulit seperti Fonnaldehycie yang sering ditemui pada kuteks mampu merusak jaringan kulit dan menimbulkan ruam pada kulit,” kata dr  Yohanes Chandra Ekajaya.

Adapun Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Yohanes Chandra Ekajaya, SpKK, menyarankan agar tidak memakai kuteks saat si pemakai menderita jamur kuku. Pemakaian kuteks, kata dia, justru akan memperparah tumbuhnya jamur dan mengalami pembengkakan.

Salah satu jamur yang sering dijumpai di daerah tropis dan menyerang kuku adalah Tinea unguium, yang membuat kuku terlihat rapuh, kusam dan keruh.

“Yang perlu diperhatikan adalah hindari pemakaian kuteks jika mengalami permasalahan penyakit (infeksi jamur) pada kuku kaki dan tangan agar tidak berdampak buruk sehingga menimbulkan efek yang dapat membuat jamur kuku menjadi semakin parah dan menjadi suatu masalah yang serius,’ tutur dr Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya: Konsumen Bukan Raja

Hampir setiap pengusaha mengatakan bahwa konsumen adalah raja. Tetapi bagi seorang pengusaha muda kelahiran Wonosobo ini, konsumen bukanlah seorang raja. Baginya konsumen adalah keluarga. Konsep dan prinsip inilah yang membuat seluruh usaha milik Yohanes Chandra Ekajaya tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Jargon bisnis yang mengatakan bahwa konsumen adalah raja menurut Yohanes Chandra Ekajaya jargon yang menyesatkan. Karena bila konsumen adalah raja, artinya penjual posisinya berada di bawah pembeli. Sedangkan bila yang digunakan jargon pembeli adalah keluarga maka posisi penjual dan pembeli setara. Tetapi prinsip yang dipegang keduanya adalah saling memahami dan saling mengerti. Sehingga akan tercipta kesepakatan yang bisa diterima kedua belah pihak.

yohanes-chandra-ekajaya-raja

Bagi Yohanes Chandra Ekajaya, dengan memegang prinsip konsumen adalah keluarga, maka ia bisa memperlakukan konsumen dengan sikap yang ramah dan lembut serta tidak membeda-bedakan. Bila dijalankan dengan tulus dan sungguh-sungguh maka penjual akan mempunyai ikatan persaudaraan yang tulus dari para konsumennya. Dari segi promosi, hal tersebut akan sangat menguntungkan.

Konsumen yang merasa nyaman karena diperlakukan layaknya keluarga oleh penjual akan menceritakan keramah tamahan dan sikap kekeluargaan yang penjual tawarkan, sehingga secara langsung atau pun tidak langsung penjual akan mendapatkan keuntungan. Yohanes Chandra Ekajaya sudah membuktikan hal tersebut, dan sangat berhasil.

yohanes-chandra-ekajaya-konsumen-bukan-raja

Keramahan, ketulusan, dan kekeluargaan membuat sebuah usaha yang berhubungan dengan dunia bisnis bisa berjalan dengan sukses dan berkembang dengan pesat. Yohanes Chandra Ekajaya pun mengatakan bahwa konsumen yang merasa nyaman dengan segala fasilitas serta sikap ramah dan kekeluargaan yang ditawarkan oleh penjualnya, maka ia akan menjadi pelanggan yang selalu membeli di penjual tersebut.

Biasanya para konsumen bisa kembali hinga tiga atau empat kali untuk membeli produk yang ditawarkan oleh penjual, tergantung dari jenis produk yang dijual. Yohanes Chandra Ekajaya mencontohkan jika penjual itu menjual mobil, maka konsumen yang sudah merasa nyaman pasti akan kembali lagi dua atau tiga kali untuk membeli mobil baru atau sekedar tukar tambah. Setidaknya para konsumen pasti kembali lagi.

 

 

Yohanes Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Kuliner

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, bagaimana pun emansipasi itu berjalan, tetap saja dapur tidak bisa dilepaskan dari perempuan. Oleh sebab itu pengusaha muda ini merekrut banyak perempuan untuk menyalurkan hobi mereka di dapur. Sehingga para wanita tetap bisa memasak dan berinovasi. Mengenai rasanya, tentu saja kualitas masakan para wanita tersebut tidak kalah dengan kualitas masakan di restoran berbintang lima.

Yohanes Chandra Ekajaya membantu para wanita untuk selalu bereksperimen di dapur. Jika memang ada potensi, maka pengusaha sukses ini akan membantu mereka untuk mendirikan rumah makan atau usaha katering di wilayah-wilayah yang strategis. Secara manajemen semuanya akan dikelola oleh manajemen pengusaha muda ini, sedangkan untuk produksinya semuanya akan diserahkan kepada para perempuan dan ibu-ibu muda.

yohanes-chandra-ekajaya-ayam-ayam

Menurut pria yang lahir pada tanggal 9 Februari 1989 ini wanita-wanita yang sudah mempunyai pekerjaan pun tidak harus meninggalkan hobinya untuk memasak. Mereka bisa bekerja secara part time dalam manajemen YCE Group. Yohanes Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa ini juga sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Tidak hanya terpaku pada satu jenis kuliner, para wanita dan ibu muda binaan Yohanes Chandra Ekajaya juga berinovasi dengan lini bisnis lainnya tetapi masih berhubungan dengan kuliner. Mereka sebagai karyawan dan pegawai pun mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku bisnis kuliner adalah inovasi untuk menangkap peluang pasar.

yohanes-chandra-ekajaya-dan-kuliner

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya pun memberikan tips dan saran kepada mereka jika ingin membuat atau mendirikan sebuah usaha mandiri sendiri. Ia mengatakan bahwa seorang pengusaha baru harus mempunyai ketekunan dan kejelian untuk membaca kondisi pasar.  Pangsa pasar besar adalah generasi muda yang sedang menuntut ilmu di perantauan.

yohanes-chandra-ekajaya-kuliner-ayam

Selain itu Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal maka produksi, distribusi, promosi, dan pengembangan pasar harus dijalankan secara seimbang, integral, dan sinergis. Kemudian setelah mendapat keuntungan maka jangan langsung dihabiskan, tetapi harus dialokasikan untuk pembelian aset, sehingga aset produksi bertambah dan kapasitas produksi pun akan meningkat.

Batagor Kang Yohanes Chandra Ekajaya Segera Jelajahi Bandung

bisnis yohanes chandra ekajaya jualan batagor

bisnis J Chandra Ekajaya & J Wijanarko batagor

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan seorang pebisnis muda Indonesia yang dikenal melalui sebuah bisnis kuliner miliknya. Lelaki sukses asal Malang  tersebut telah lama dikenal di panggung bisnis Indonesia. Selepas enam bulan tidak bekerja, Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan untuk berjualan tahu bulat yang kemudian menjadi tawaran dari desa ke desa.  Kemudian, di tahun kedua  Yohanes Chandra Ekajaya pun kemudian memutuskan untuk menciptakan sebuah lahan  bisnis kuliner yang sangat terkenal di Indonesia. Ya, Itulah batagor atau bakwan tahu goreng. Makanan renyah yang asyik dinikmati dengan sesendok bumbu kacangnya yang menawan.

Dari gerobak batagor itulah, Yohanes Chandra Ekajaya semakin hari malah mendulang sukses berkat kerja kerasnya dalam mempopulerkan nama brand milik Yohanes Chandra Ekajaya yaitu Batagor Kang Yoyo.  Batagor Kang Yoyo, menawarkan sebuah cita rasa yang menarik serta khas, dimana berbeda dari batagor lainnya. Keistimewaan dari Batagor Kang Yoyo tersebut ada pada bumbu serta ukuran batagornya yang lebih besar dari biasanya. Disamping itu, varian rasanya yang ditawarkannya pun juga beraneka ragam, mulai dari ikan tuna, cumi, kepiting, udang, dan sebagainya.

bisnis yohanes chandra ekajaya jualan batagor

Kini, Batagor Kang Yoyo dikenal sebagai primadona bagi para pecinta kuliner di Indonesia. Dengan harga yang relatif murah yakni Rp 2 ribu hingga Rp 18  ribu, Batagor Kang Yoyo berhasil meraih omzet hingga puluhan juta rupiah. Strategi kesuksesan Batagor Kang Yoyo terdapat pada strategi pemasaran serta manajerialnya yang selalu ajeg. Salah satu model strategi pemasaran Batagor Kang Yoyo yaitu dengan melakukan promosi via media sosial serta memperkenalkannya dengan membuat ratusan gerobak yang membawa brand Batagor Kang Yoyo.

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, lelaki berambut kribo tersebut tak merasa berasing dengan beberapa brand batagor lain di Kota Kembang. Kehadirannya pun membawa angin segar bagi perkembangan kuliner di Indonesia. Meski telah sukses meraup keuntungan besar lewat Batagor Kang Yoyo, Yohanes Chandra Ekajaya pun tak sedikitpun berpuas diri. Dengan sistem waralaba Yohanes Chandra Ekajaya mengajak para mitra bisnis untuk berwirausaha. Selain itu, dengan dikembangkan outlet Batagor Kang Yoyo dengan model bisnis waralaba dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

Yohanes Chandra Ekajaya Sang Raja Hotel

Satu dekade terakhir, persaingan di bisnis perhotelan semakin ketat. Hal ini terjadi karena kunjungan turis atau wisatawan, baik domestik maupun mancanegara semakin meningkat. Salah satu hotel yang tidak mengenal takut dan gentar akan persaingan itu adalah YCE Hotel. Memasuki usia ke-40 tahun ini, hotel yang merupakan milik sang raja hotel Chandra Ekajaya ini semakin menancapkan cakarnya di dunia perhotelan.

yohanes-chandra-ekajaya-sukses-hotel

Saat ini YCE Hotel merupakan satu-satunya hotel yang mempunyai konsep resort di kabupaten Wonosobo. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, YCE Hotel telah banyak ikut dan turut serta memberikan sumbangsihnya untuk pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi di kabupaten tersebut.

yohanes-chandra-ekajaya-eks

Chandra Ekajaya sebagai pendiri sekaligus pemilik YCE Hotel mengungkapkan bahwa ia terus melakukan berbagai perbaikan dan inovasi untuk terus melakukan tekanan dan penetrasi di pasar perhotelan. Saat penawaran dan permintaan tidak seimbang, maka dilakukanlah penetrasi pasar tersebut. Nyatanya indeks penetrasi pasar yang ia hasilkan di atas satu persen, sehingga jaringan YCE Hotel tetap mendapatkan keuntungan yang besar.

Bagi masyarakat sekitar, YCE Hotel sangat berperan besar bagi keberlangsungan hidup mereka. Sebab hotel yang didirikan Chandra Ekajaya tersebut sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Hal itu dilakukan melalui penyerapan tenaga kerja dan pengembangan sektor di usaha-usaha yang lain, diantaranya pariwisata. Karena pariwisata sangat mempunyai efek yang banyak dan beragam.

yohanes-chandra-ekajaya-sang-raja-hotel

Yohanes Chandra Ekajaya menuturkan bahwa prestasi yang dicapainya selama ini dalam bisnis perhotelan tidak bisa lepas dari loyalitas dan kerja keras para karyawan. Bagi pemilik YCE Hotel ini para karyawan tersebut sangat berjasa besar. Oleh sebab itu merekalah yang lebih pantas disebut sebagai penggerak bisnis perhotelan di Indonesia, khususnya di Wonosobo.

chandra-ekajaya-beralih-mebel-sintetis

Sebagai seorang pengusaha yang sangat mengapresiasi karyawan, maka Chandra Ekajaya selalu memberikan pembinaan dan pelatihan yang berguna untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan keahlian mereka dalam bekerja. Budaya gotong royong dan kerja sama sangat ditanamkan oleh sang raja hotel, karena kedua hal itu merupakan kunci utama yang membedakan hotel luar negeri dengan hotel di Indonesia.