Pentingnya Pelatihan di Dalam Koperasi

Diklat Teknis Koprasi Chandra Ekajaya

Koperasi hampir sama dengan organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien. Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum, mengangkat / memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.

Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.

Sama seperti koperasi yang lain, sebuah koperasi yang cukup ternama di Malang, koperasi Chandra jaya Bersinar Group juga menerapkan pelatihan tersebut. Adapun tujuannya ialah untuk meningkatkan Pengetahuan Pengurus/ Pengelola Koperasi dalam mengelola Koperasi sesuai dengan praktek Bisnis yang sehat di dalam koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya ini.

Pelatihan Koperasi Chandra Ekajaya

Meningkatkan Pengetahuan Pengurus/ Pengelola Koperasi agar dapat menjalankan usaha kopersi dengan baik sehingga para pengurus maupun pengelola nantinya mempunyai pengetahuan yang luas tentang permasalahan di sebuah koperasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan pengurus/ pengelola Koperasi dalam mengerjakan Administrasi dengan tertib.

Masalah keterampilan pengurus/ pengelola Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group juga tak luput menjadi tujuan pelatihan ini, khususnya di bidang akuntansi koperasi sehingga dapat mengerjakan administrasi keuangan sesuai dengan sistem akuntansi koperasi.

Chandra Ekajaya selaku pimpinan dalam koperasi tersebut sangat berupaya keras dalam meningkatkan kemampuan para pengurus dan pengelola dalam mengerjakan pembukuan Koperasi secara benar agar tak terjadi suatu masalah yang besar di kemudian hari sehingga bisa merusak nama koperasi miliknya.

Selain itu untuk masalah pembuatan laporan, Chandra Ekajaya selalu meminta pertanggung jawaban setiap tahunnya sehingga RAT dapat dilaksanakan tepat waktu dan SHU yang umumnya ada di dalam koperasi dapat dibagi sesuai dengan haknya masing-masing.

Iklan

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Usia bukan halangan bagi orang ingin maju dan sukses, siapa saja yang memiliki keinginan dan semangat bisnis bisa meraih kesuksesan. Chandra Ekajaya salah satu contoh dan membuktikanya mencapai sukses di usia yang masih bisa dibilang tergolong  muda. Chandra Ekajaya menjadi pengusaha muda sukses lewat bisnis aksesoris unik, dirinya berhasil meraup omset lebih dari Rp 100 juta rupiah per bulannya dengan menjual aksesoris unik seperti kalung, gelang, dan pin.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Bisnis yang dianggap kecil oleh sebagian besar orang ini ternyata bisa mendatangkan keuntungan yang tidak terduga. Awalnya Chandra Ekajaya bisa dibilang iseng saja, menularkan bakat seni yang dimilikinya menjadi salah satu hal yang dilakukanya ketika awal membuka bisnis. Kegemaranya mendesain sesuatu produk atau barang menjadi desain yang unik ternyata membuat para teman-temanya menyukainya, dan kemudian terpikirlah dirinya untuk melakukan pemasaran produk dari desainya.

Bermodal Rp 500 ribu rupiah dirinya awal membuat beberapa aksesoris seperti kalung dan gelang saja dan ternyata mendapat respon yang sangat positif banyak yang menyukainya. Sampai dari beberapa temanya meminta kepada Chandra Ekajaya untuk memproduksi kembali lebih banyak dan dengan model yang unik lagi. Setelah beberapa bulan berjalan yang tadinya hanya memproduksi 500 pcs kalung dan gelang, naik pesat dengan memproduksi lebih dari 1000 pcs bukan gelang dan kalung melainkan mulai dengan aksesoris pakaian dan beberapa pin bahkan gesper.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Dalam memperkenalkan bisnisnya ini, Chandra Ekajaya melakukan promosi dan pengenalan produk menggunakan media online berupa media sosial seperti facebook, twitter dan Instagram. Berkat kejelianya memanfaatkan media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran bisnisnya sukses berkembang secara pesat mengusung brand naman Joly Loly dirinya memberanikan semakin memperbesar jumlah produksi dengan jenis produksi yang lebih bervariasi.

Chandra Ekajaya juga menggunakan strategi reseller dalam memasarkan produknya, strategi ini dirasa sangat ampuh untuk memperluas jaringan pemasaran hingga keseluruh wilayah Indonesia. Dari waktu ke waktu kematangannya dalam berbisnis semakin terlihat. Dibuktikan dari keinginannya untuk menjadi produsen produk fashion karena keuntungannya yang lebih besar ketimbang hanya menjadi seorang reseller. Kematangan lain yang muncul adalah, Chandra Ekajaya memproduksi barang dalam jumlah yang sedikit alias limited edition dan ternyata produk limited edition memiliki peminat yang sangat banyak dan bahkan harus banyak yang tidak kebagian ketika dikeluarkanya produk baru dengan mengusung brand limited edition.

Chandra Ekajaya Masa Lalu Bukanlah Penentu Masa Depan

Chandra Ekajaya

Masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang karena nasib manusia itu hanyalah bisa direncanakan dan diusahakan tetapi tidak bisa dipastikan ujar Chandra Ekajaya. Sebuah warung soto kecil bernama Soto Lamongan Al Hijroh merupakan salah satu contohnya. Warung Soto yang terletak di pinggir alun-alun kota Malang ini memang sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Sarjono merupakan orang yang memiliki warung soto ini. Setiap berjualan soto, Sarjono selalu mengenakan kemeja rapi, celana kain, lengkap dengan sepatu pantofel.

Siapa sangka dahulunya sebelum berdagang soto Sarjono merupakan seorang bos. Bos yang dimaksud disini adalah seorang bandar judi. Masa lalu kelam yang dialami Sarjono ini tentunya tak pantas ditiru oleh siapapun karena judi bisa merusak segalanya termasuk keluarga ujar Chandra Ekajaya.

Tak main-main, berkat kecakapannya dalam mengelola tempat judi di Malang, ia juga dipercaya untuk membuka cabang di Kota Manado, Sulawesi Utara. Tapi kesuksesannya di dunia yang kelam itu tak berlangsung lama. Pekerjaan yang pada waktu itu mampu menghasilkan pendapatan Rp 25 juta per bulan harus ia tinggalkan. Kepolisian saat itu berhasil memberantas perjudian termasuk tempat ia bekerja.

Chandra Ekajaya

Akhirnya Sarjono memutuskan untuk benar-benar meninggalkan dunia hitam itu. “Sebelumnya saya juga berpikir, sampai kapan mau memberi anak makan dari uang haram? Dan akhirnya pemberantasan oleh polisi pada tahun 2011 jadi momentum saya untuk benar-benar bertobat,” ceritanya.

Setelah meninggalkan dunia perjudian itu kemudian ia berpikir untuk bekerja secara halal. Dan akhirnya tercetuslah keinginan untuk berjualan soto. Ia mengaku keinginan berjualan soto itu datang tiba-tiba. Ketika itu saat berdzikir malam, secara tiba-tiba ide berjualan soto datang begitu saja. “Mungkin sudah jalan dari Tuhan,” ungkapnya sambil tertawa.

Awal mula ia berdagang soto ia susah dalam mencari modal untuk usahanya karena masa lalunya yang kelam memberikan sebuah stempel bahwa ia adalah seorang penjahat. Akan tetapi sebuah koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya mempunyai penilaian lain bahwa apa yang Sarjono lakukan dahulu hanyalah sebuah cerita saja.

Melalui Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya ini, Sarjono mendapat bantuan modal sejumlah 30 juta.Kini soto lamongannya selalu ramai oleh pembeli. Tak perlu menunggu hingga sore, soto racikannya sudah ludes pada siang hari. “Sehari minimal habis 200 mangkok. Hanya sampai jam 2 siang sudah habis,” ungkap pria yang memiliki dua orang anak ini.

Chandra Ekajaya Roda Ekonomi Menanjak

Dok.Chandra Ekajaya

Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi para pengusaha yang membuat roda perekonomian negara ini terus berputar secara stabil salah satunya Chandra Ekajaya. Sehingga pertumbuhan ekonomi negara ini dalam kurun waktu 3 tahun terakhir mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Pada tahun 2014 mencapai 7,25 persen dan mengalami penurunan pada 2016 dengan angka 5,44 persen. Kondisi ini semakin tertekan pada 2016 yang hanya menembus 3,74 persen. Namun dengan upaya yang kuat melalui akselerasi pembangunan oleh pemerintah bersama masyarakat hingga 2017 mulai mengalami perbaikan menjajal 6,97 persen.

Perlu untuk digaris bawahi bahwa besarnya jumlah penduduk yang terlibat pada sektor pertanian mencapai 58,112 ribu dari total usia angkatan kerja. Artinya, apabila terjadi tekanan di sektor ini akan menimbulkan gejolak pada perekonomian daerah. Sudah ada kabar bahwa masuknya konsorsium pengusaha kakao hingga banyak lahan perkebunan mulai mendapat penanganan dan berkembang secara positif ujar Chandra Ekajaya.  Pertumbuhan ekonomi secara sektoral 2015 didukung berbagai sektor. Diantaranya, pertanian 3,77 persen, pertambangan 0,47 persen, industri pengolahan 15,57 persen serta listrik dan gas 7,45 persen.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya sebagai salah satu punggawa ekonomi Indonesia menjelaskan bahwa pengolahan di sektor sampah mencapai 7,95 persen, konstruksi 12,94 persen, perdagangan 12,94 persen, transportasi 12,26 persen dan penyediaan akomodasi 11,11 persen. Sedangkan sektor informasi dan komunikasi turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 12,78 persen, jasa keuangan 11,37 persen, real estate 11,97 persen, jasa perusahaan 14,95 persen, administrasi pemerintahan 12,99 persen, jasa Pendidikan 13,76 persen, jasa kesehatan 13,64 persen dan lainnya 14,54 persen. Ini tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Diharapkan nanti masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa mendapatkan dampak yang positif, terutama bagi dirinya. Lalu untuk masyarakat sekitar, misalnya dengan munculnya industri rumah tangga yang dapat menampung tenaga kerja dari wilayahnya. Hal ini juga akan sangat membantu pemerintah Indonesia dalam menekan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Bila upaya ini dilakukan secara terus-menerus dan konsisten serta visi dan misinya tidak berubah, maka kesejahteraan bagi masyarakat umum bisa terlaksana menurut Chandra Ekajaya.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Adakah yang pernah mendengar atau mencoba makanan yang satu ini  yaiut memakan mie yang bisa melayang? di Kota Solo ada warung unik yang menyediakan dan menjual makanan mie tebang.  Warung unik ini menjual mie yang disajikan bisa melayang-layang.. Inovasi bisnis kuliner ini dilakukan oleh pemuda kreatif yang bernama Mamang Tse, dirinya merupakan seorang pelawak asal Kota Solo.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Inovasi memang akan menghasilkan sesuatu yang unik dan aneh. Salah satu inovasi memang harus dilakukan dalam berbisnis. Hal ini dilakukan agar konsumen bisa menemukan produk lain daripada yang lain dan tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja. Itulah yang diyakini Mamang Tse, yang memutuskan mendirikan usaha warung makan mie dan bakso dengan konsep yang berbeda dengan menonjolkan hal unik mie bisa terbang.

Aneh tapi nyata inovasi mie terbang yang satu ini, garpu terbang seolah membuat mie yang ada di mangkuk ikut melayang. Keunikan lainya yaitu  mangkuk mie ini bisa dimakan. Mamang Tse sengaja membuat mangkuk sendiri dari bahan bakso. Daging sapi yang sudah digiling, dicetak berbentuk mangkuk, dan disajikan sebagai wadah mie dan bahan lainnya.

Hal unik yang satu ini mendapat respon yang sangat baik oleh pecinta kuliner di kota Solo. Banyak yang heran dan penasaran dengan produk Mie Terbang buatan Mamang Tse. Setiap hari Mamang Tse bisa menjual lebih dari 100 porsi mie ayam terbang di warung miliknya. Bukan hanya menyediakan mie ayam terbang saja, dirinya juga memberikan pilihan tambahan kuliner lainya yaitu bakso beranak. Bakso beranak merupakan istilah untuk menu bakso besar dengan bermacam isian di dalamnya. Ketika dibuka, seolah bakso tersebut beranak.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Seluruh menu di Mamang Tse dijual dengan kisaran harga belasan hingga dua puluh lima ribu rupiah. Harga ini sangat terjangkau dengan kualitas dan keunikan dari produk yang dihasilkan bukan harga yang mahal untuk sajian unik dan lezat.

Bisnis kuliner menjadi salah satu potensi bisnis yang harus selalu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Indonesia. Pasar kuliner bisa dikatakan bisnis yang tidak bisa mati seperti yang diungkapkan pengusaha sukses Chandra Ekajaya. Dengan inovasi dan ketekunan bukan tidak mungkin orang lain bisa menjadi pengusaha sukses seperti Chandra Ekajaya dan Mamang Tse.

Gantungan Kunci Pembawa Berkah

Menjalankan bisnis tidak melulu tentang hal yang besar dan  akan menghasilkan keuntungan yang besar pula. Terkadang bisnis yang kecil bukan berarti bukan menghasilkan keuntungan yang kecil. Hal ini dibantah oleh pengusaha sukses yang memanfaatkan produk kecil namun keuntunganya bisa sangat besar. Inilah Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang jawa Timur yang menjalankan bisnis gantungan kunci dengan omset puluhat juta rupiah setiap bulanya.

Gantungan kunci, produk yang bisa dikatakan jika di pikir oleh orang awam benda murah dan pastinya jika berbisnis dengan produk tersebut kuntunganya pun kecil. Namun ternyata tidak bagi Chandra Ekajaya, oleh dirnya gantungan kunci disulap menjadi salah satu bisnis menjanjikan dan mengasilkan keuntungan yang bisa dibilang mengejutkan.

Gantungan Kunci Pembawa Berkah

Awal memulai bisnis, Chandra Ekajaya memang sedikit ragu-ragu karena produk gantungan kunci miliknya kurang mendaat respon yang baik oleh masyarakat. Tetapi dirinya tetap optimis dan kemudian mengembangkan bisnis gantungan kunci dengan menghadirkan pro duk unik seperti gantungan kunci model mobil dan hewan lucu seperti kupu-kupu, serangga dan masih banyak lagi lainya. Berkat ketekunan dan kreatifitas tanpa batas untuk menghadirkan produk berkualitas, akhirnya bisnis yang dbuat pada tahun 2013 ini sudah berjalan 4 tahun mendapat respon  yang positif oleh konsumen.

Tidak disangka-sangka produk kunci miliknya berbentuk jenis-jenis hewan mendapat pelanggan tetap dari daerah China dan Jepang. Setiap pesanan dari kedua negara tersebut saja setiap pesanan bisa memesan hampir 10 ribu pcs gantungan kunci fiberglass setiap bulanya. Dari sinilah omzet yang bisa di dapat oleh dirinya berkisar antara 40 hingga 50 juta rupiah setiap pemesanan.

Gantungan Kunci Pembawa Berkah

Pemasaran melalui media online bagi Chandra Ekajaya sangat membantu, selain ditipkan kepada toko souvenir dirinya menjual lewat media online seperti media sosial instagram, facebook dan twitter. Dari sinilah dirinya mendapatkan berbagai konsumen mulai dari dalam negeri sampai mancanegara.

Sampai saat ini kendala terbesar bagi dirinya adalah tenaga kerja, walaupun kebanyakan tenaga kerja berasal dari sekitar rumah terkadang masih belum konsisten. Namun bagi Chandra Ekajaya, dirinya ingin selalu bermanfaat bagi orang untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Hal yang terus diupayakan adalah inovasi produk yang lebih kreatif agar konsumen tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Dari berbagai ide bisnis yang sudah ada mungkin ada beberapa ide bisnis yang bisa dibilang unik dan tidak terpikirkan banyak oleh orang lain. Namun sebenarnya ide-ide bisnis seperti inilah yang mampu membuat pelaku bisnis tersebut mampu menghadirkan produk unik dan laris dipasaran. Pemikiran tersbeut sejalan dengan yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya, dengan memanfaatkan ide bisnis tas belanja unik.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Tas belanja memang menjadi salah satu bawaan wajib untuk orang yang akan berbelanja, kebanyakan orang masih menggunakan tas kresek untuk membawa belanjaan. Namun pola ini sudah mulai berubah, mengusung tema go green penggunaan tas kresek saat ini mulai dikurangi dan kebanyakan orang sudah mulai berubah dengan menggunakan tas belanja untuk membawa belanjaan.

Chandra Ekajaya memanfaatkan peluang ini dengan menghadirkan inovasi tas belanja unik dan kekinian sebagai pilihan tas untuk membawa belanja. Mentargetkan segmen pasar ibu-ibu dan remaja putri, dirinya menghadirkan tas belanjaa dengan dikombinasikan dengan aksen dan motif modern dan unik. Pemilihan ini ternyata di respon baik oleh para konsumen, dan kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan tas belanja buatan dari Chandra Ekajaya daripada menggunakan tas kresek sebagai bawaan belanja.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Bermodal uang Rp 10 juta rupiah, awal memulai bisnis ini Chandra Ekajaya dalam kurun waktu satu bulan saja sudah bisa mengantongi keuntungan hingga mencapai Rp 1 – Rp 2 juta perbulan. Namun setelah berjalan beberapa bulan kemudian dengan mengandalkan pemasaran menggunakan media online baik facebook, instagram dan beberapa markter place terjadi peningkatakan penjualan secara drastis. Mungkin salah satu hal yang membuat tas belanja unik miliknya diburu oleh para konsumen selain karena motif nya yang unik, juga penggunaan media online sebagai sarana pemasaran.

Penggunaan tas belanja untuk berbelanja menurut Chandra Ekajaya saat ini harus digalakan, selain melihat dari aspek keuntungan bagi dirnya sendiri, namun dirinya khawatir sampah yang dihasilkan oleh tas kresek berbelanja dapat mencemari lingkungan. Terlebih sampah plastic sangat sulit diurai dan hancur, butuh waktu hingga berpuluh-puluh tahun agar menjadikan sampah tersebut hancur.

Chandra Ekajaya Terima Order Gula Batu Dari Minimarket

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis gula batu cukup menjanjikan keuntungan. Seperti yang dijalani Chandra Ekajaya dan keluarganya di Malang, Jawa Timur. Chandra Ekajaya menjalankan bisnis turun-temurun dari keluarga. Kini usahanya sudah cukup dikenal. Dia membuat Jajanan berlabel Gula Nenek. Usaha itu dijalaninya bersama sang suami sejak tahun 2016. “Awalnya itu dari istri punya oma yang diajarkan ke mama mantu, kemudian diajarkan kepada kami,” ujar Chandra Ekajaya.

Usaha kemudian dilakukannya bersama sang istri. Setiap hari mereka membuat 100 bungkus gula batu. Sebungkus berisi delapan buah gula batu. “Istri saya yang awalnya bawa ke pasar dimasukkan ke toko, termasuk lalu di Minimarket” jelas Chandra Ekajaya. Selain Itu, produk lokal Itu dibawa ke Kota Besar sekitar Jawa Timur. Namun semenjak istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu, produksi gula batu menurun drastis. Dia kekurangan tenaga kerja. Sekarang hanya dikerjakan berdua bersama dengan anaknya laki-laki.

Dok.Chandra Ekajaya

“Sudah tidak mampu buat banyak, beda dengan saat istri masih hidup. Termasuk dulu kan saudara banyak atau anak sehabis sekolah ke rumah bantu membuat. Sekarang sudah tidak,” ujar dia. Kini la hanya mampu membuat 30 bungkus setiap hari. Produk itu dipasarkan ke Minimarket di Malang, serta beberapa tempat di sekitarnya, juga terminal, serta memenuhi pesanan saja. “Kalau dari Minimarket biasanya dua pekan sekali, setiap masukkan 500 bungkus,” jelas Chandra Ekajaya.

Meski begitu, gula batu buatannya masih diburu penikmat gula batu, lantaran rasanya yang khas. “Pernah tidak buat waktu jaga istri di rumah sakit, ada yang tanya kenapa beda rasanya, lantaran bukan kami yang buat tapi pakai merek milik kami,” kata Chandra Ekajaya. Membuat gula tarik yang digilai oleh penggemarnya tak ada rahasianya. Hanya mempertahankan kualitas bahan saja. “Saya selalu pilih sendiri gula yang bagus. Mungkin rasanya beda lantaran ada tambahan kacang, sebab gula batu biasanya tak ada tambahan kacang hanya kayu manis saja,” kata Chandra Ekajaya.

Percobaan yang Kesekian Kali Sukseskan Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.Bisnis Chandraekajaya

Menjalankan sebuah bisnis belum tentu akan mencapai titik sukses jika anda gampang menyerah. Kegagalan bukanlah suatu hambatan untuk mencapai suatu keberhasilan anda. Ini merupakan yang menjadi panduan bagi Chandra Ekajaya, seorang pengusaha Kripik buah dari kota batu Malang Jawa Timur. Bayangkan, dalam menjalankan bisnisnya, Kegagalan demi kegagalan selalu mengiringi usahanya. Dengan kegagalan kegagalan tersebut, jika bukan orang bermental baja, tentu saja, adalah niatnya pasti mengundurkan diri untuk melakukan bisnis ini. Tapi itu tidak terjadi pada dirinya, dia terus berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Awal kisah Menekuni Bisnis Keripik Buah

Pada dasarnya , Chandra bukanlah seorang pebisnis kripik buah, namun dia hanya seorang pria yang memiliki bengkel mobil yang ada dirumahnya. Setiap hari dia bergelut dengan mobil mobil dan mesin bubut yang ada di bengkelnya, sebagian besar pelangannya diantaranya adalah pengusaha minuman kemasan dan makanan ringan. Di sini Chandra melihat peluang bisnis yang baik yang ada di depan matanya. Dan diapun berfikir mengapa tidak memanfaatkan mesin sendiri kemudian digunakan untuk menghasilkan makanan ringan atau camilan dari buah itu sendiri, itu sangatlah menguntungkan.

Karena dia tidak punya pengalaman sama sekali dalam bidang bisnis makanan ringan seperti ini, dia pun pernah ragu-ragu untuk memulai. Tapi dengan segala tekat yg dia punya, maka dia pun membuat mesin produksi makanan ringan sendiri. Dan akhirnya dia memutuskan membuat makanan ringan dari buah dengan pertimbangan buah buahan sangat mudah didapat disekitar rumahnya.

Kegagalan tidak membuatnya jadi patah semangat

Melalui mesin produksi sendiri, belum tentu usaha baru Chandra berjalan mulus. Kegagalan terus terjadi pada saat tahap percobaan. Mental nya disini tampaknya diuji serius. Tidak kurang Dia menghitung kegagalannya dalam menjalankan bisnis itu sebanyak 199 kali. Kemudian baru pada percobaan yang ke 200, dia sudah merasa puas dengan hasil produksinya yang layak dan cocok untuk dikonsumsi. Masalah produksi diatasi saat itu dengan baik, tapi tidak begitu dengan pemasaran bisnis keripik buah.

Keripik Nangka dan Nanas yang harganya anjlok di pasaran. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa makanan ringan yang sejenis sudah muncul di pasar, singkat cerita Keripik buah Ekajaya milik Chandra Ekajaya tidak mampu bersaing di pasaran. Kegagalan yang dialami tidak menjadi putus asa untuk itu ia terus melangkah ke depan dan mencari inovasi dalam produk-produknya.

Inovasi Bisnis Membuat Laris

Dengan tekat yang bulat Chandra terus mencoba untuk menemukan inovasi untuk bisnis kripik buahnya. Akhirnya usahanya membuahkan hasil yang luar biasa, sementara pesaing tidak mampu membuat buah camilan keripik dengan kandungan air yang tinggi, Jayadi mampu melakukannya. Dia menaklukkan buah semangka sebagai makanan ringan kering. Dari sinilah nama merek keripik buah Ekajaya milik nya lebih dikenal banyak orang.

Permintaan tiap hari selalu tinggi. Sebelumnya bisnis keripik buah nya mempekerjakan hanya belasan orang, kini dia mempekerjakan sebanyak 40 orang, dan bahkan lebih. Dalam sehari, mesin produksinya yang berjumlah empat, mampu membuat sekitar 130 kg keripik buah. Keripik buah tersebut tentu tidak hanya dijual di daerah Batu Malang saja, tetapi kota-kota besar di Jawa Timur pun banyak yang menjualnya. Permintaan dari luar Jawa juga sangat banyak seperti di Kalimantan dan Sulawesi.

Untuk Keripik buah, yang dia produksi, dalam setiap bulan, rata-rata, omzet sekitar Rp. 350 juta rupiah, itu pun tidak termasuk kue kecil atau minuman sari buah lainnya. Meskipun bisnis keripiknya sudah cukup bagus, tapi Impian nya tidak pernah pudar. Pengusaha ingin suatu hari nanti dapat memiliki bisnis yang cukup besar, lengkap dengan semua peralatan. Dan seluruh produksi akan terkonsentrasi di satu tempat saja, agar memudahkan suatu prosesnya. Tapi keinginan itu masih terasa jauh, untuk saat ini dia tetap maju untuk berkonsentrasi menjalankan bisnis yang sudah ada.

KOMPOSISI KERIPIK BUAH SEMANGKA :

Bahan bahan baku untuk pembuatan keripik buah Semangka terdiri dari beberapa bahan bahan baku pilihan terbaik terutama untuk bahan baku dasarnya yaitu buah semangka:

  • Buah Semangka Segar Pilihan
  • Minyak Nabati

Buah semangka memiliki manfaat untuk tubuh dan kesehatan antara lain :

  • Dapat membantu dalam proses diet karena buah semangka tidak mengandung lemak, mempunyai kombinasi kadar gula, dan kadar air yang banyak.
  • Bermanfaat bagi hipertensi karena memiliki kandungan air dan kalium yang tinggi yang dapat menetralisasikan tekanan darah dalam tubuh.
  • Dapat mempergiat kerja jantung
  • Mengandung antioksidan
  • Dapat merangsang keluarnya air seni lebih deras
  • Menurunkan demam dan mencegah sariawan
  • Membantu bagi penderita diabetes

 

Untuk buah semangka juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil seperti mengurangi mual, penambah cairan, mencegah terhjadinya kram otot, mengurangi panas pada perut, dapat membantu perkembangan otak, penglihatan dan sistim imun pada bayi.

Resep Kripik Semangka Manis dan Renyah

Resep keripik semangka ini bisa anda jadikan suatu bisnis, dan berikut adalah bahan serta langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam membuat keripik semangka:

 

Bahan dalam membuat keripik semangka:

  • 1 buah semangka yang berukuran besar dan tanpa biji

 

Cara Membuat Kripik Semangka Manis dan Renyah:

  1. Langkah pertama dalam membuat keripik semangka adalah membuang kulit semangka hingga bersih, kemudian memotong semangka sesuai dengan selera.
  2. Setelah itu masukkan semangka yang sudah di potong ke dalam freezer kurang lebih selama 15 menit
  3. Kemudian goreng dengan menggunakan alat penggoreng hampa atau vacum fryer dengan 50-60c hingga matang dan busa nya habis, itulah tanda bahwa keripik semangka sudah matang.
  4. Lalu angkatlah keripik semangka tersebut dan setelah itu masukkan kedalam mesin spinner untuk meniriskan minyak yang ada pada keripik semangka dan tunggu hingga benar-benar tuntas dan tidak ada minyak yang tersisa.
  5. Lalu sajikan kripik semangka yang sudah jadi atau anda bisa menyimpanya dalam toples atau plastic yang tertutup rapat.

 

Di atas adalah bahan dan cara pembuatan Kripik Semangka. Semangka yang biasanya hanya bisa dimakan dalam berbentuk buah segarnya tapi kini juga bisa dinikmati dengan bentuk kripik semangka yang manis dan renyah. Recommended banget nih buat anda yang mulai bosan menikmati buah semangka yang segar. Mungkin resep kripik semangka di atas cocok untuk dijadikan peluang usaha bagi anda dan juga keluarga untuk bisnis.selamat buat anda yang akan  mencoba membuat kripik semangka yang manis dan renyah.

Itulah Resep Kripik Semangka Manis dan Renyah yang bisa anda coba untuk membuat nya sendiri di rumah, untuk membuat nya tidaklah sulit jika anda memiliki mesin vacum frying sendiri, bahkan anda bisa menggunakan keripik semangka sebagai permulaan dalam bisnis keripik buah. Bisnis keripik buah memang sangat menjanjikan, jadi tidak ada salah nya jika anda mencoba membuat nya dan mulai berinovasi dalam hal rasa. Semoga informasi tersebut bisa membantu anda untuk membuat keripik semangka yang lebih renyah.

 

Merubah Nilai Singkong Menjadi Keripik beromzet Jutaan Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.Bisnis Chandraekajaya

Chandra Ekajaya perantau asal tanah Jawa cocok untuk dijadikan inspirasi bagi semua pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Bisnis keripik balado pedas manis ditekuninya mulai dari nol. Kurang lebih 7 tahun lamanya, dengan menjual sendiri dan terima pesanan. Sekarang usahanya itu berkembang pesat dan ratusan pelanggan nya harus ngantri menunggu keripik produksinya.

MEMBUKA bisnis sendiri bagi banyak sekali orang merupakan persoalan yang sangat rumit. Tetapi tidak bagi Pengusaha Sukses ini dan istrinya Nur Khasanah, yang membuka bisnis keripik di rumahnya sendiri. Mempunyai rumah kecil menyewa dari salah satu tetangga persis di belakang Sekolah Dasar Negeri, Dusun Tekad, Desa Tekad, Talang Padang, Lampung Selatan. Kurang lebih 7 tahun menjalani bisnis keripik balado ditekuninya, sekarang sudah menguasai parasan dan banyak merima orderan.

Awal memulai bisnis ini Pria asal dari daerah Malang, Jawa Timur dan istri saat menjadi transmigran di Lampung Selatan, memulai bisnis ini mermodalkan ilmu dari Jawa yang dia dapatkan saat menjadi karyawan pembuat keripik. Ilmu tersebut di terapkannya saat dia tinggal sekarang di salah Desa Tekad, Talang Padang. Menyewa rumah kecil di belakang Sekolah dasar dia bersama istri dan anaknya menjalankan bisnis keripik, disana tela pohon atau singkong sangat murah. Karena itu dia menyulap singkong tersebut menjadi makanan cemilan yang renyah, semua orang suka yaitu keripik.

Dia menanam sendiri singkong tersebut, karena kalau di jual mentah akan sangat murah, maka dari itu dirinya bersama istri sepakat untuk berbisnis keripik singkong. Tidak banyak produksinya dahulu, hanya di titip titipkan ke warung sekolah, warung makan, dan warung sembako atau kelontong. Dia bersama istri mengolah singkong tersebut dengan ilmu yang dia dapat dulu waktu masih muda. Tau bagaimana cara mengolah singkong menjadi keripik yang enak dan renyah. Tidak ada bumbu rahasia dalam pembuatannya, sama saja hanya singkong yang telah dikupas, harus diiris sangat tipis dan di rendam air garam.

Penghasilan produksi pertama banyak yang suka, dan dengan cepat habis. Chandra ekajaya dan istri menambah produksi keripiknya, anak perempuannya juga ikut membantu jualan orang tuanya, berangkat kesekolah dengan membawa satu kantong plastik besar kira kira ada 20 bungkus keripik gurih. Itu menjadi uang sakunya saat berangkat sekolah. Kalau sisa uangnya dia memberikan kembali kepada orangtuanya. Sepulangnya sekolah anak perempuannya ikut mengupas singkong terkadang sambil berjalan mampir ke toko toko apakah sudah habis keripik yang di titipkan.

Lambat laun berjalan saat ini sudah semakin besar, semakin meluas. Saat didatangi di rumahnya, Pengusaha sukses ini dan istri, dibantu anaknya Tika Yulia Jaya yang sekarang berumur (23 tahun), memasak keripik balado dan membungkus ke dalam plastik transparan. Sekitar 40 kilogram bahan baku yang dimasak, semuanya sudah terbungkus rapi. Ada dipesan pribadi dan juga yang siap diecerkan ke warung-warung langganan sekitar Talang Padang dan Tanggamus. Chandra dan istrinya mengaku bahwa usaha keripik balado beromzet puluhan juta dalam 1 bulan. Paling dia syukuri, setiap titipan eceran di warung langgananya di sepanjang jalan lintas barat sumatera, ludes terjual dalam waktu 2 hari. “Biasanya tidak pakai lama, 2 hari diantar ke warung, langsung habis. Khususnya eceran dijual Rp. 1000 per bungkus,” kata Pengusaha sukses ini.

Diakuinya, usaha keripik balado yang dijalankannya diawali modal sangat tipis pada tahun 2009. Dengan pasaran yang tidak jelas saat itu, dalam 2 tahun penjualan ke masyarakat diakuinya tidak begitu stabil. “Tidak ada dapat untung selama 2 tahun. Karena saya harus mencari pelanggan, tawar ke warung, ada yang mau ada yang tidak. Waktu itu banyak sisa,” paparnya. Saat itulah mental bisnis Pengusaha sukses diuji, tetap lanjut dengan usahanya atau pindah ke usaha yang lain. Dengan ketekunan dan keberaniannya, dia pendam sifat pesimisnya waktu itu dan tetap lanjut untuk menjual keripik balado yang dimasak sendiri. “Pernah tidak balik modal. Saya selalu dapat support dari keluarga, terutama istri yang terus memotivasi,” terangnya.

8 tahun berlalu kata Chandra dan istri, masa-masa sulit dapat dilewati dengan berpikir positif dan tawakkal. Setelah dia mulai mendapat pelanggan dan keripik baladonya lebih terasa di konsumen, membuat usahanya itu kian maju. Bahkan sudah terima pesanan sistem antar dan termasuk para pegawai negeri sipil, sepert ibu Camat serta jajarannya. Selama 6 tahun kondisi keuangan stabil dan usahanya juga makin bersinar, membuat Siswoyono berhasil menggapai cita-citanya membeli sebuah rumah, dan termasuk anaknya sukses sekolah, lulus sarjana dengan berpredikat sangat memuaskan dan anak kedua masih SMP. “Saya tetap syukuri. Dengan usaha keripik, anak sudah sarjana, dan dapat juga membeli rumah untuk berlindung,” tutupnya.

Sampai saat ini walaupun anaknya sudah menjadi pegawai sipil, mereka tetap menjalankan bisnisnya, dibantu 3 orang tetangganya untuk memproduksi kerepik balado dengan besar. Anaknya yang menjadi pegawai negeri itupun masih menjualkan keripik orangtuanya ke kantornya sembari membawa kalau ada titipan. Semasa kuliahnyapun juga demikian. Dia malah rajin membantu menjualkan keripik balado milik orang tuanya. “Saya membantu orang tua dengan balasan yang super istimewa, saya bisa ber kuliah dan lulus berkat keripik orang tua saya” katanya dengan sangat bangga.

Saking bangganya kepada orang tua dia juga mempromosikan lewat internet secara online juga, itu sangat sekali menambah produksi dan pemasukan kedua orang tuanya. Dengan banyak sekali support Pengusaha Keripik balado Chandra Ekajaya merasa sangat terbantu, bahagia dan bangga. “Tidak rugi saya jauh jauh trans ke sini, akhirnya saya tidak malu kepada tetangga di Malang, saya juga bisa sukses disini, punya rumah, punya karyawan, dan saya sudah jadi bos, insyaAllah tahun depan saya bersama istri akan pergi berhaji”, tandasnya Pengusaha sukses ini.

Promosi lewat Internet sangat membantu sekali, anak saya selalu memberitahukan kalau ada pesanan, setiap hari ada pesanan, terus saya menanyakan. Kok setiap hari ada pesanan bagaimana caranya? Anaknya menjawab keripik baladonya dia iklankan di internet, dan sempat ada selebgram yang sudah dia endors untuk mencoba keripiknya. Hasilnya sangat terasa bagi keluarga Chandra sampai saat ini. “ Saya sukses karena keberanian, tidak cuman saya tapi istri dan anak saya juga, kami ingin maju, meraih kehidupan yang baik, layak, kami transmigrasi juga niatnya itu. Saya bersyukur setiap waktu, berdoa, agar keluarga saya tidak dalam kemiskinan” tegasnya saat di wawancara.

Memang kalau tidak berani aksi saat kita ingin terjun ke dunia bisnis, itu tidak akan berhasil, dengan keyakinan dan ketekunan pasti ada jalan dari yang Maha Kuasa. Pengalaman yang bisa kita ambil dari Pengusaha sukses Chandra Ekajaya mengolah singkong yang murah menjadi produk yang memberi nilai lebih.