Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah

Peluang membawa pria kelahiran Malang Jawa Timur Chandra Ekajaya menjadi salah satu pengusaha sukses di bidang katering. Kepiawaianya memanfaatkan peluang membawa pria ini sukses memanfaatkan maraknya bisnis katering yang mulai menjamur di Indonesia.

Bisnis katering di Indonesia sebenarnya sudah ramai sejak dahulu. Namun bisnis ini masih kurang dilirik oleh para pengusaha dan masyarakat karena mungkin mengganggap hal ini adalah bisnis sepele dan tidak menguntungkan. Namun lamban laun bisnis ini menjadi salah satu bisnis menggiurkan dari segi pendapatan jika bisa memanfaatkan dan mengembangkan dengan baik bisnis tersebut. Kemudian peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Chandra Ekajaya untuk memulai bisnis katering. Pada masa awal pengembangan katering miliknya, dirinya mengakui selalu melakukan promosi langsung pada masyarakat. Ia tak malu untuk membagikan sendiri brosur katering yang ia kelola kepada khalayak ramai.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah
Dok.Chandra Ekajaya

Meskipun dengan cara yang konvensional, namun cara ini ternyata sangat efektif dan berhasil. Dengan promosi yang tersusun dengan baik dan terjadwal, brand yang diusung pun dengan cepat terangkat di masyarakat. Dan tidak membutuhkan waktu lama berbagai orderan pun mulai berdatangan.

Chandra Ekajaya memulai bisnis katering pada tahun 2010 dengan bermodal Rp 10 juta rupiah. Awalnya hanya memberikan order kepada teman dan masyrakat daerah sekitarnya saja. Namun ternyata mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat lain dan akhirnya berkembang dengan pesat.  Salah satu pemanfaatan bisnis katering miliknya adalah jaringan pertemanan yang sebagian besar bekerja di perusahaan asing sangat membantu perkembangan bisnisnya. Tidak perlu menunggu lama bisnis katering miliknya dikenal orang. Hingga, pada 2012, datang beberapa penawaran dari pihak pemerintah setempat untuk memasok makanan kepada pegawai di lingkungan PEMDA.

Masa percobaan pun harus dilalui Chandra Ekajaya untuk menjadi salah satu pemasok tetap katering kepada PEMDA. Sampai akhirnya dirinya menghidangkan katering setalah 3 bulan barulah pihak PEMDA memberi lampu hijau dan resmi menjadi salah satu katering tetap.  Bukan hanya untuk Pegawai PEMDA saja. Dirinya juga menyediakan nasi kotak untuk Satpo PP pada pagi, siang dan malam hari. Mulai saat itulah, zaman keemasan dan dikenalnya dirinya sebagai salah satu pengusaha katering bermula. Pengusaha yang terkenal dengan hobi membaca dan berolahraga ini memang merupakan pengusaha yang bisa dikatakan mulai dari nol, namun kegigihan dan kerja keras pantang menyerah membuat dirinya selalu berpikiran positif dan jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Sebagai salah satu katering yang melayani pemerintahan bukan hal mudah begitu saja, ada kriteria yang harus dipenuhi dan harus menjamin kualitas produk makanan miliknya. Hal ini untuk menjamin kesehatan dan keheginisan makanan, serta jaminan nama baik katering pastinya. Mulai dari uji kesehatan makanan dan kandungan yang ada didalamnya hingga jaminan halal dari pemerintah setempat. Untuk saat itu sendiri prestasi ini merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi dirinya. Usaha katering yang dirintis dengan susah payah dan sepenuh hati akhirnya mampu berdampai positif dan diakui oleh orang lain. Bagi dirinya kerjas keras tidak akan pernah membohongi hasil, inilah salah satu prinsip yang dimilikinya dan meniru dari salah satu panutan dirinya dalam berbisnis yaitu pengusaha sukses Bob Sadino.

Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Catering Omzet Miliaran Rupiah
Dok.Chandra Ekajaya

Semenjak itulah bisnis katering miliknya mulai mendapatkan banyak orderan baik dari masyrakat biasa, perusahaan hingga instansi pemerintahan. Walaupun harga kateringnya di atas rata-rata harga katering pada umumnya, banyak masyarakat yang tetap mempercayakan urusan kuliner kepada Chandra Ekajaya. Salah satu sebabnya adalah ketering miliknya menyediakan menu yang hanya terdapat di tempatnya.. Contohnya Ayam Carmelita dengan bumbu khusus, dan meat loaf dengan isian keju, wortel dan buncis dengan siraman saus bumbu bistik Jawa. Namun ketika ada pesanan dan pemesan meminta menu tertentu pihaknya juga siap untuk membuatkanya, walau begitu dirinya  tetap memberikan solusi harga yang menguntungkan kedua pihak. Semuanya juga sesuai dengan perjanjian awal ketika akan melakukan order pesanan.

Sebelum mendapatkan kesuksesan sampai sekarang ini pengusaha sukses ini juga harus melewati berbagai macam rintangan ketika mengembangkan bisnis katering. Mulai dari makanan orderan yang tidak jadi hingga dan ada pihak yang mengklaim bahwa makanan yang disajikan sudah basi, hal tersebut merupakan kejadian-kejadin pahit ketika mengembangkan bisnis katering tersebut. Persaingan usaha memang wajar terjadi dan baginya semuanya adalah dinamika yang muncul ketika kita bersaing dengan para kompetitor bisnis. Namun semunya bisa dilalui oleh Chandra Ekajaya dengan penuh keyakinan dan kesabaran bahwa hal tersebut bisa dilalui. Bukan isapan jempol belaka, setelah semua itu bisa dilalui dan menjadi pelajaran berharga dalam pengalaman mengembangkan bisnis, dirinya akhirnya mulai mendapatkan jalan untuk terus mengembangkan bisnis katering hingga sukses sampai sekarang. Pengembangan bisnis ini pun bisa dibilang sangat cepat. Chandra Ekajaya bisa memanfaatkan peluang bisnis ini. Dirinya mencoba untuk melakukan negosiasi dengan beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan untuk mau order katering dari tempat dirinya. Dirinya juga selalu melakukan kontrol langsung dilapangan untuk melihat kondisi dan perkembangan bisinis katering.

Banyaknya bisnis katering saat ini yang menjadikan persaingan semakin ketat mengharuskan pengusaha sukses ini untuk selalu bertindak cepat dan tepat. Untuk menjawab tantangan agar tetap mampu bersaing dengan bisnis serupa , namun Chandra Ekajaya selalu melakukan inovasi dan terobosan pada usaha kateringnya. Menu-menu yang inovatif dengan tetap mempertahankan cita rasa dan ciri khas masakan menjadi daya jual utama katering miliknya. Bagi dirinya kepuasan pelanggan adalah kepuasan bagi dirinya, ketika pelanggan tidak puas akan makanan dan pelayanan yang diberikan juga akan mencoreng nama baik dari katering itu sendiri. Dan itulah hal yang sangat tidak ingin terjadi di dalam bisnis miliknya. Karena secara tidak langsung bisnis ini adalah bisnsi kepercayaan, ketika kita memberikan pelayanan yang bagus dan sesuai dengan yang diminta pelanggan, secara tidak langsung pelanggan akan menjadikan kita sebagai pilihan utama dan order lagi.

Namun, sekitar lima tahun terakhir, Chandra Ekajaya lebih banyak menerima pesanan dari perusahaan dan pusdiklat beberapa institusi ataupun lembaga negara. Harga pesanan satu instansi bisa mencapai Rp 300-400 juta. “Rp 115 ribu dikalikan 300 orang untuk 30 hari. Angka yang cukup fantastis untuk ukuran  bisnis katering yang masih baru dan masih berkembang. Untuk omzet yang di dapat dari berbisnis katering ternyata bisa menyentuh angka ratusan juta rupiah dan bahkan miliaran setiap bulanya dan itu sudah termasuk dengan biaya produksi dan lain lain. Katering miliknya sekarang hanya memiliki 1 cabang yaitu dikawasan Bandung, dengan kantor pusat di Jakarta. Sudah hampir 100 orang karyawna yang dipekerjakan di lingkungan bisnis katering miliknya. Kedepanya dirinya berencana membuka cabang baru di sumatera dan Kalimantan. Pemilihan kedua pulau tersebut merupakan salah satu saran dari temanya yang tinggal di daerah tersebut dan melihat bahwa bisnis semacam ini masih jarang dan konsumen nya banyak. Rencana ini masih menjadi agenda kedepan, dirinya tidak ingin gegabah dalam ekpsansi bisnis. Semuanya harus melalui perencanaan dan analisis terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s