Yohanes Chandra Ekajaya Pintar dalam Memilih Kuteks

Perempuan merupakan makhluk ciptaan Tuhan paling indah, karenanya wanita sering diposisikan sebagai makhluk yang diagung-agungkan oleh bebeapa bangsa di dunia ini. Di era modern saat ini keindahan seorang wanita dapat dilihat dari berbagai aspek, bahkan hal terkecil sekalipun dalm fisik seorang wanita itu. Bagi perempuan, wajah cantik saja terasa kurang. Kuku pun jadi perhatian dan dipoles agar terlihat lebih menarik. Tetapi, hati-hati bagi Anda yang gemar menghias kuku dengan kuteks. Keseringan pakai kuteks malah bisa merusak jaringan kulit.

Sesuai dengan perkembangan zaman saat ini ada berbagai macam jenis kuteks yang dikembangkan. Saat ini kuteks makin mudah didapatkan. Varian warna dan harganya pun makin beragam. Namun Anda perlu cerdas memilih dan menggunakannya. Sebab, kuteks merupakan campuran berbagai zat kimia. Formaldehyde salah satu zat yang bekerja sebagai bahan pengeras serta pengawet pada kuteks. Sehingga tidak bisa sembarangan dalam memilih kuteks

yohanes-chandra-ekajaya-kuteks

Salah satu zat yang umum didapatkan pada kandungan kuteks itu merupakan turunan dari formalin berwu-judgasmaupun cairan. Apabiladigu-nakan jangka panjang bisa mengakibatkan rusaknya jaringan kulit, kuku dan reaksi alergi.

Seperti yang diungkapkan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Yohanes Chandra Ekajaya, SpKK, pemakaian kuteks dalam jangka waktu terbatas tidak mempunyai dampak yang begitu serius.

yohanes-chandra-ekajaya-pintar-dalam-memilih-kuteks

“Kulit harus tetap dijaga kesehatannya, kalau sudah waktunya kuteks harus segera dibuka, jangan terlalu sering menggunakan karena kuku juga butuh nutrisi dan bernafas’ ujar dr Yohanes Chandra Ekajaya dokter yang lama di bidang kulit dan kelamin itu.

Dampak pemakaian kuteks secara berlebihan juga bisa menyebabkan alergi pada kulit. Misalnya saja ketika kuku menyentuh bagian tubuh yang sensitif (leher) akan mengakibatkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit akibat zat kimia pada kuteks.

“Yang namanya zat kimia pasti ada dampaknya pada kulit seperti Fonnaldehycie yang sering ditemui pada kuteks mampu merusak jaringan kulit dan menimbulkan ruam pada kulit,” kata dr  Yohanes Chandra Ekajaya.

Adapun Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Yohanes Chandra Ekajaya, SpKK, menyarankan agar tidak memakai kuteks saat si pemakai menderita jamur kuku. Pemakaian kuteks, kata dia, justru akan memperparah tumbuhnya jamur dan mengalami pembengkakan.

Salah satu jamur yang sering dijumpai di daerah tropis dan menyerang kuku adalah Tinea unguium, yang membuat kuku terlihat rapuh, kusam dan keruh.

“Yang perlu diperhatikan adalah hindari pemakaian kuteks jika mengalami permasalahan penyakit (infeksi jamur) pada kuku kaki dan tangan agar tidak berdampak buruk sehingga menimbulkan efek yang dapat membuat jamur kuku menjadi semakin parah dan menjadi suatu masalah yang serius,’ tutur dr Yohanes Chandra Ekajaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s