Yohanes Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Kuliner

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, bagaimana pun emansipasi itu berjalan, tetap saja dapur tidak bisa dilepaskan dari perempuan. Oleh sebab itu pengusaha muda ini merekrut banyak perempuan untuk menyalurkan hobi mereka di dapur. Sehingga para wanita tetap bisa memasak dan berinovasi. Mengenai rasanya, tentu saja kualitas masakan para wanita tersebut tidak kalah dengan kualitas masakan di restoran berbintang lima.

Yohanes Chandra Ekajaya membantu para wanita untuk selalu bereksperimen di dapur. Jika memang ada potensi, maka pengusaha sukses ini akan membantu mereka untuk mendirikan rumah makan atau usaha katering di wilayah-wilayah yang strategis. Secara manajemen semuanya akan dikelola oleh manajemen pengusaha muda ini, sedangkan untuk produksinya semuanya akan diserahkan kepada para perempuan dan ibu-ibu muda.

yohanes-chandra-ekajaya-ayam-ayam

Menurut pria yang lahir pada tanggal 9 Februari 1989 ini wanita-wanita yang sudah mempunyai pekerjaan pun tidak harus meninggalkan hobinya untuk memasak. Mereka bisa bekerja secara part time dalam manajemen YCE Group. Yohanes Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa ini juga sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Tidak hanya terpaku pada satu jenis kuliner, para wanita dan ibu muda binaan Yohanes Chandra Ekajaya juga berinovasi dengan lini bisnis lainnya tetapi masih berhubungan dengan kuliner. Mereka sebagai karyawan dan pegawai pun mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku bisnis kuliner adalah inovasi untuk menangkap peluang pasar.

yohanes-chandra-ekajaya-dan-kuliner

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya pun memberikan tips dan saran kepada mereka jika ingin membuat atau mendirikan sebuah usaha mandiri sendiri. Ia mengatakan bahwa seorang pengusaha baru harus mempunyai ketekunan dan kejelian untuk membaca kondisi pasar.  Pangsa pasar besar adalah generasi muda yang sedang menuntut ilmu di perantauan.

yohanes-chandra-ekajaya-kuliner-ayam

Selain itu Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal maka produksi, distribusi, promosi, dan pengembangan pasar harus dijalankan secara seimbang, integral, dan sinergis. Kemudian setelah mendapat keuntungan maka jangan langsung dihabiskan, tetapi harus dialokasikan untuk pembelian aset, sehingga aset produksi bertambah dan kapasitas produksi pun akan meningkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s