Mengenal Wasabi Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Jika Anda pernah berkunjung di sebuah restoran masakan Jepang yang menawarkan aneka macam sushi dan sashimi, tentu Anda mengenal wasabi. Berwarna hijau mirip dengan sabun colek, wasabi merupakan hidangan pelengkap yang memiliki fungsi seperti sambal. Jika sambal di Indonesia terbuat dari cabai, maka wasabi justru terbuat dari beberapa tanaman sejenis sayur akar lobak yang dihaluskan untuk mengeluarkan rasa pedasnya. Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa fungsi dari wasabi mirip seperti pasta. Ia menyarankan jika saat pertama kali menyantap sushi dan wasabi, diharapkan untuk tidak mencocol wasabi tersebut dengan sushi karena pedasnya tak hanya menyengat di lidah, melainkan langsung menyerang hidung karena uap panasnya.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan pula bahwa wasabi memiliki rasa seperti obat herbal, meskipun tetap memiliki rasa pedas, tetapi wasabi tidak menghasilkan sensasi yang pedas dan membakar lidah. Sejarah wasabi sendiri dimulai pada abad 16, tepatnya di hulu Sungai Abe, Utogi, sebuah prefektur di Shizuoka. Saat itu, penduduk desa Utogi mencabut wasabi yang tumbuh liar tersebut kemudian memindahkannya ke lahan di sekitar mata air yang terletak di Idogashira. Budidaya wasabi di Idogashira dikenal sebagai sebuah daerah yang pertama kali membudidayakan wasabi. Dulunya, hasil alam tersebut diserahkan kepada seorang pemimpin tertinggi yaitu seorang shogun bernama Tokugawa Ieyasu yang dulunya tinggal di Istana Sumpu. Menurut cerita yang beredar, penyebaran wasabi tersebut dimulai di pertengahan zaman Edo dari bibit tanaman wasabi yang diterima Itagaki Kanshiro setelah ia mengajarkan budidaya shiitake (semacam jamur Jepang) kepada para penduduk Utogi.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Selain itu, Yohanes Chandra Ekajaya juga menceritakan bahwa wasabi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yang diantaranya adalah sebagai berikut: mengaktifkan antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, detoksifikasi, mengobati sakit gigi, dan sebagainya. Disamping itu pula, wasabi dapat bermanfaat dalam mengaktifkan antioksidan yang berguna untuk melindungi dan mengobati kulit dari radikal bebas. Dalam perjalanannya tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya ternyata juga menemukan wasabi yang telah diolah menjadi produk-produk kemasan. Disamping itu, daun dan bunga wasabi dapat dijadikan sebagai tempura, dan wasabi digunakan sebagai bahan perasa untuk menciptakan cita rasa produk makanan ringan dan es krim.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s