Ilmu Ghaib Menurut Perspektif Yohanes Eka Chandra Sambarlangit

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit bersama istrinya, Nyai Theresia Eka Pratala menyanyikan sebuah lagu Jawa, yaitu sebuah tembang macapat bermetrum pangkur.

ilmu-ghaib-menurut-perspektif-yohanes-eka-chandra-sambarlangit

ilmu-ghaib-yohanes-eka-chandra-sambarlangit

“Mingkar mingkuring angkara

Akarana karanan mardi siwi

Sinawung resmining kidung

Sinuba sinukarta

Mrih kretarta pakartining ngelmu luhung

Kang tumrap neng tanah Jawa

Agama Ageming aji”

Dua pasangan tersebut sungguh terlihat serasi. Mereka berdua saling melengkapi. Sungguh harmonisasi alam tak akan lengkap tanpa pasangan Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit dan Nyai Theresia Eka Pratala. Mereka bagaikan Bathara Kamajaya dan Bathari Kamaratih.

Beliau, Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit hendak mewedar ilmu gaib tertinggi. Oleh sebab itu beliau memulainya dengan menembangkan sebuah macapat bermetrum pangkur. Pangkur bisa dimaknai sebagai pangukur alis pengukur. Dalam artian, tembang-tembang tersebut bisa menjadi ukuran sejauh mana manusia telah memahami kehidupan. Sebab, ketika manusia telah memahami kehidupan, maka di saat itulah ilmu gaib tertinggi telah ia raih.

Senyum mengembang, menghadap ke wajah istri tercinta. Sang istri, Nyai Theresia Eka Pratala pun mengangguk paham. Ia mengerti. Ia membalas senyuman Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit dengan tatapan teduh. Nyai Eka kemudian berdiri, lalu beranjak masuk ke dalam rumah.

Klobot dikeluarkan dari bungkusnya. Rokok yang dibungkus dengan kulit jagung tersebut menebarkan aroma yang khas. Pemantik mulai dinyalakan, dan klobot pun tersulut. Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit saat itu memakai bawahan jarik, dan atasan kemeja. Saya bagaikan melihat sosok pejabat desa yang sangat berwibawa.

“Kamu tahu silat? Pernah mendengar silat? Bagaimana silat itu menurutmu?”  tanya Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

Saya menjawab,” ya silat itu nganu Ki… Pokoknya jurus-jurus gitu yang dipakai para pendekar. Pokoknya buat kelahi gitu. Keras gitu lah pokoknya.”

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit pun tersenyum. Ia merasa jawabanku mudah ditebak. “Ya, memang banyak orang yang berpikir sama sepertimu. Mereka menganggap bahwa silat itu hanya sekedar jurus-jurus, tujuannya untuk berkelahi, dan sangat penuh dengan kekerasan. Tapi apa kamu tahu apa ilmu tertinggi dalam silat?” tanyanya.

“Ilmu tertinggi dalam silat? Apa ada Ki?” tanyaku balik.

“Ya jelas ada. Di atas langit memang ada langit. Tapi kamu harus ingat, bahwa langit pun memiliki puncak atau batas. Mungkin saja di atas langit itu ada kahyangan, tetapi kan untuk ukuran langit, ya puncaknya langit itu yang menjadi batas. Artinya, dalam keilmuan apa pun pada tingkatan manusia, semuanya pasti memiliki puncak untuk konteks ruang dan waktu tertentu. Begitu juga dalam ilmu silat, bahkan hingga ilmu gaib,” terang Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit menceritakan bagaimana masa muda beliau dulu juga diberikan pertanyaan yang sama oleh gurunya. Guru beliau mengatakan bahwa untuk memahami makna dari ilmu gaib tertinggi berkacalah pada ilmu silat. Kemudian Ki Yohanes muda pun tekun mempelajari silat. Tetapi ia masih belum mengerti dengan perkataan gurunya.

Baru ketika beranjak dewasa, Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit mulai memahami maksud dari perkataan gurunya tersebut. Dan ia pun juga membuktikannya dalam silat. Dalam ilmu silat, ternyata ilmu tertingginya adalah bukan jurus dan kekerasan, tetapi justru kehalusan dan tanpa jurus. Justru kalau bisa ya tidak usah digunakan ilmu tersebut. “Pasti membingungkan, tapi nanti itu akan kamu pahami ketika sudah waktunya,” pungkas Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s