Ingin Bikin Merk Usaha Ini Perlu Diperhatikan

Konsep yang sering diapakai oleh sebagian besar pengusaha yang akan membuat label atau brand produk adalah dengan menggunakan aspek ATM atau Amati Tiru dan Modofikasi. Hal ini bisa jadi dilakukan oleh pengusaha dan salah satu penyebabnya adalah ingin meniru kesuksesan usaha yang sebelumnya. Namun dengan menggunakan nama yang menarik dan desain kemasan produk yang unik juga perlu diperhatikan ketika akan membuat label usaha. Semakin unik kemasan produk, bisa jadi hal tersebut menjadi nilai tambah bagi produk yang dijual.

Ingin Bikin Merk Usaha Ini Perlu Diperhatikan

Menurut Chandra Ekajaya Dalam proses pembuatan kemasan produk, selain membuat merk/ label, produsen juga tidak boleh mngesampingkan masalah utama berkaitan dengan produk yaitu tanggal kadaluarsa dan komposisi produk secara detail harus dicantumkan. Hal ini bertujuan sebagai langkah informasi kepada konsumen agar tidak ragu dalam mengkonsumsi produk yang dijual. Pencantuman komposisi bahan baku juga sudah diatur dalam undang-undang tentang makanan karena hal ini juga akan sangat berguna dalam proses pengurusan ijin, baik ijin P-IRT, sertifikat HALAL maupun ijin BPOM.

Ingin Bikin Merk Usaha Ini Perlu Diperhatikan

Namujn ketika akan membuat label dan merk usaha pada produk ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan menurut Chandra Ekajaya antara lain.

  1. Buat Desain Seunik Mungkin

Untuk masalah desain memang bisa dibilang bisa mendukung produk yang dijual, karena dengan desain yang unik dan berbeda dengan lainya bisa dibilang hal ini akan menarik konsumen untuk mengetahui apa si produk tersebut dan membelinya.

  1. Jangan Pernah Menggunakan Brand Yang Ada

Penggunaan nama brand jelas harus berbeda, karena jika nama brand sama maka akan timbul konflik karena permasalahan hak cipta dan karya. Jika brand tersebut di daftarkan kepada lembaga yang berwajib berarti brand tersebut sudah memiliki hak cipta dan tidak boleh di plagiat atau ditiru terlebih dimanfaatkan untuk kepentingan komersil.

Inilah langkang simple yang harus bisa menjadi dasar ketika akan membuat label atau brand merek produk usaha milik kita menurut Chandra Ekajaya. Semuanya memang diserahkan kepada pemilik usaha tersebut bagaimananya usaha itu akan berlanjut, dan saran dari pengusaha sukses Chandra Ekajaya bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang menjadi pioneer dan berbeda atau unik dari lainya baik dari segi produk dan labeling produk tersebut.

Iklan

Pentingnya Pelatihan di Dalam Koperasi

Diklat Teknis Koprasi Chandra Ekajaya

Koperasi hampir sama dengan organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien. Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum, mengangkat / memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.

Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.

Sama seperti koperasi yang lain, sebuah koperasi yang cukup ternama di Malang, koperasi Chandra jaya Bersinar Group juga menerapkan pelatihan tersebut. Adapun tujuannya ialah untuk meningkatkan Pengetahuan Pengurus/ Pengelola Koperasi dalam mengelola Koperasi sesuai dengan praktek Bisnis yang sehat di dalam koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya ini.

Pelatihan Koperasi Chandra Ekajaya

Meningkatkan Pengetahuan Pengurus/ Pengelola Koperasi agar dapat menjalankan usaha kopersi dengan baik sehingga para pengurus maupun pengelola nantinya mempunyai pengetahuan yang luas tentang permasalahan di sebuah koperasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan pengurus/ pengelola Koperasi dalam mengerjakan Administrasi dengan tertib.

Masalah keterampilan pengurus/ pengelola Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group juga tak luput menjadi tujuan pelatihan ini, khususnya di bidang akuntansi koperasi sehingga dapat mengerjakan administrasi keuangan sesuai dengan sistem akuntansi koperasi.

Chandra Ekajaya selaku pimpinan dalam koperasi tersebut sangat berupaya keras dalam meningkatkan kemampuan para pengurus dan pengelola dalam mengerjakan pembukuan Koperasi secara benar agar tak terjadi suatu masalah yang besar di kemudian hari sehingga bisa merusak nama koperasi miliknya.

Selain itu untuk masalah pembuatan laporan, Chandra Ekajaya selalu meminta pertanggung jawaban setiap tahunnya sehingga RAT dapat dilaksanakan tepat waktu dan SHU yang umumnya ada di dalam koperasi dapat dibagi sesuai dengan haknya masing-masing.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Usia bukan halangan bagi orang ingin maju dan sukses, siapa saja yang memiliki keinginan dan semangat bisnis bisa meraih kesuksesan. Chandra Ekajaya salah satu contoh dan membuktikanya mencapai sukses di usia yang masih bisa dibilang tergolong  muda. Chandra Ekajaya menjadi pengusaha muda sukses lewat bisnis aksesoris unik, dirinya berhasil meraup omset lebih dari Rp 100 juta rupiah per bulannya dengan menjual aksesoris unik seperti kalung, gelang, dan pin.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Bisnis yang dianggap kecil oleh sebagian besar orang ini ternyata bisa mendatangkan keuntungan yang tidak terduga. Awalnya Chandra Ekajaya bisa dibilang iseng saja, menularkan bakat seni yang dimilikinya menjadi salah satu hal yang dilakukanya ketika awal membuka bisnis. Kegemaranya mendesain sesuatu produk atau barang menjadi desain yang unik ternyata membuat para teman-temanya menyukainya, dan kemudian terpikirlah dirinya untuk melakukan pemasaran produk dari desainya.

Bermodal Rp 500 ribu rupiah dirinya awal membuat beberapa aksesoris seperti kalung dan gelang saja dan ternyata mendapat respon yang sangat positif banyak yang menyukainya. Sampai dari beberapa temanya meminta kepada Chandra Ekajaya untuk memproduksi kembali lebih banyak dan dengan model yang unik lagi. Setelah beberapa bulan berjalan yang tadinya hanya memproduksi 500 pcs kalung dan gelang, naik pesat dengan memproduksi lebih dari 1000 pcs bukan gelang dan kalung melainkan mulai dengan aksesoris pakaian dan beberapa pin bahkan gesper.

Chandra Ekajaya Berbisnis Aksesoris Jadikan Pengusaha Sukses

Dalam memperkenalkan bisnisnya ini, Chandra Ekajaya melakukan promosi dan pengenalan produk menggunakan media online berupa media sosial seperti facebook, twitter dan Instagram. Berkat kejelianya memanfaatkan media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran bisnisnya sukses berkembang secara pesat mengusung brand naman Joly Loly dirinya memberanikan semakin memperbesar jumlah produksi dengan jenis produksi yang lebih bervariasi.

Chandra Ekajaya juga menggunakan strategi reseller dalam memasarkan produknya, strategi ini dirasa sangat ampuh untuk memperluas jaringan pemasaran hingga keseluruh wilayah Indonesia. Dari waktu ke waktu kematangannya dalam berbisnis semakin terlihat. Dibuktikan dari keinginannya untuk menjadi produsen produk fashion karena keuntungannya yang lebih besar ketimbang hanya menjadi seorang reseller. Kematangan lain yang muncul adalah, Chandra Ekajaya memproduksi barang dalam jumlah yang sedikit alias limited edition dan ternyata produk limited edition memiliki peminat yang sangat banyak dan bahkan harus banyak yang tidak kebagian ketika dikeluarkanya produk baru dengan mengusung brand limited edition.

Chandra Ekajaya Masa Lalu Bukanlah Penentu Masa Depan

Chandra Ekajaya

Masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang karena nasib manusia itu hanyalah bisa direncanakan dan diusahakan tetapi tidak bisa dipastikan ujar Chandra Ekajaya. Sebuah warung soto kecil bernama Soto Lamongan Al Hijroh merupakan salah satu contohnya. Warung Soto yang terletak di pinggir alun-alun kota Malang ini memang sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Sarjono merupakan orang yang memiliki warung soto ini. Setiap berjualan soto, Sarjono selalu mengenakan kemeja rapi, celana kain, lengkap dengan sepatu pantofel.

Siapa sangka dahulunya sebelum berdagang soto Sarjono merupakan seorang bos. Bos yang dimaksud disini adalah seorang bandar judi. Masa lalu kelam yang dialami Sarjono ini tentunya tak pantas ditiru oleh siapapun karena judi bisa merusak segalanya termasuk keluarga ujar Chandra Ekajaya.

Tak main-main, berkat kecakapannya dalam mengelola tempat judi di Malang, ia juga dipercaya untuk membuka cabang di Kota Manado, Sulawesi Utara. Tapi kesuksesannya di dunia yang kelam itu tak berlangsung lama. Pekerjaan yang pada waktu itu mampu menghasilkan pendapatan Rp 25 juta per bulan harus ia tinggalkan. Kepolisian saat itu berhasil memberantas perjudian termasuk tempat ia bekerja.

Chandra Ekajaya

Akhirnya Sarjono memutuskan untuk benar-benar meninggalkan dunia hitam itu. “Sebelumnya saya juga berpikir, sampai kapan mau memberi anak makan dari uang haram? Dan akhirnya pemberantasan oleh polisi pada tahun 2011 jadi momentum saya untuk benar-benar bertobat,” ceritanya.

Setelah meninggalkan dunia perjudian itu kemudian ia berpikir untuk bekerja secara halal. Dan akhirnya tercetuslah keinginan untuk berjualan soto. Ia mengaku keinginan berjualan soto itu datang tiba-tiba. Ketika itu saat berdzikir malam, secara tiba-tiba ide berjualan soto datang begitu saja. “Mungkin sudah jalan dari Tuhan,” ungkapnya sambil tertawa.

Awal mula ia berdagang soto ia susah dalam mencari modal untuk usahanya karena masa lalunya yang kelam memberikan sebuah stempel bahwa ia adalah seorang penjahat. Akan tetapi sebuah koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya mempunyai penilaian lain bahwa apa yang Sarjono lakukan dahulu hanyalah sebuah cerita saja.

Melalui Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya ini, Sarjono mendapat bantuan modal sejumlah 30 juta.Kini soto lamongannya selalu ramai oleh pembeli. Tak perlu menunggu hingga sore, soto racikannya sudah ludes pada siang hari. “Sehari minimal habis 200 mangkok. Hanya sampai jam 2 siang sudah habis,” ungkap pria yang memiliki dua orang anak ini.

Chandra Ekajaya Jalani Rutinitas Seru You and Me Fashion

Sebagai pemilik You and Me Fashion, Chandra Ekajaya memiliki rutinitas yang bisa dibilang sibuk setiap harinya. Hal itu wajar karena bagi pengusaha bisnis sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan yang tidak bisa di kesampingkan. Berbagai rutinitas dirinya lakukan mulai dari mencari desain produk ter baru, mengontrol produksi produk, pembukuan dan masih banyak lagi lainya.

Chandra Ekajaya Jalani Rutinitas Seru You and Me Fashion

Bagi Chandra Ekajaya semuanya sudah dirinya lakukan dengan ikhlas, karena dari bisnis tersebutlah mampu membuat dirinya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik kedepanya. Memang dari awal dirinya sudah berniat dan bertekad suatu saat nanti akan menjadi pengusaha sukses. Namun saat itu bahkan tidak terlintas dalam benaknya akan menjadi kenyataan, kenyataanya semua itu sekarang benar-benar terjadi.

Setiap harinya sebagai pemilik You and Me Fashion dirinya terus mencari dan memikirkan ide-ide produk desain yang sekiranya mampu memberikan penyegaran dalam produk yang sudah dihadirkan saat ini. Produk baru merupakan salah satu terobosan dan strategi untuk terus mengembangkan bisnis semakin dicintai oleh pelanggan dan juga menarik konsumen baru untuk membeli produk yang di jual. Dari berbagai rutinitas tersebut ada salah satu rutinitas sehari-hari yang lumayan membuat dirinya harus menyita pikiran banyak, yaitu mengenai permasalahan pembukuan atau kontrol produksi.

Chandra Ekajaya Jalani Rutinitas Seru You and Me Fashion

Pembukuan dan kontrol produksi memang bisa dikatakan membutuhkan ekstra energy dan waktu yang cukup banyak. Untuk proses pembukuan sendiri memang sudah ada bagian yang menangani secara profesional, namun dirinya tidak ingin lepas tangan begitu saja. Secara tidak langsung dirinya juga ikut mengawasi pembukuan dan sesekali jika ada selisih atau perbedaan dirinya langsung turun mengecek dan meyelesaikan permasalahan tersebut.

Untuk kontrol produksi, Chandra Ekajaya sedikit kewalahan saat ini, begitu banyaknya pesanan pasar, terkadang membuat banyak kesalahan produksi yang terjadi, semisal barang harus dicetak berapa namun kelebihan atau kekurangan dan bahkan bisa masuk kepada stok barang lain yang harusnya tidak. Untuk permasalahan ini dirinya selalu berkordinasi dengan pihak produksi dan desainer untuk menentukan stock dan pesanan yang ada agar tidak terjadi kesalahan.

Sebagai pemimpin perusahaaan Chandra Ekajaya ingin memberikan panutan kepada para karyawan bahwa pemimpi yang  baik adalah pemimpin yang memebrikan contoh benar dan mau turun kebawah jika ada permasalahan yang muncul.

Chandra Ekajaya Roda Ekonomi Menanjak

Dok.Chandra Ekajaya

Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi para pengusaha yang membuat roda perekonomian negara ini terus berputar secara stabil salah satunya Chandra Ekajaya. Sehingga pertumbuhan ekonomi negara ini dalam kurun waktu 3 tahun terakhir mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Pada tahun 2014 mencapai 7,25 persen dan mengalami penurunan pada 2016 dengan angka 5,44 persen. Kondisi ini semakin tertekan pada 2016 yang hanya menembus 3,74 persen. Namun dengan upaya yang kuat melalui akselerasi pembangunan oleh pemerintah bersama masyarakat hingga 2017 mulai mengalami perbaikan menjajal 6,97 persen.

Perlu untuk digaris bawahi bahwa besarnya jumlah penduduk yang terlibat pada sektor pertanian mencapai 58,112 ribu dari total usia angkatan kerja. Artinya, apabila terjadi tekanan di sektor ini akan menimbulkan gejolak pada perekonomian daerah. Sudah ada kabar bahwa masuknya konsorsium pengusaha kakao hingga banyak lahan perkebunan mulai mendapat penanganan dan berkembang secara positif ujar Chandra Ekajaya.  Pertumbuhan ekonomi secara sektoral 2015 didukung berbagai sektor. Diantaranya, pertanian 3,77 persen, pertambangan 0,47 persen, industri pengolahan 15,57 persen serta listrik dan gas 7,45 persen.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya sebagai salah satu punggawa ekonomi Indonesia menjelaskan bahwa pengolahan di sektor sampah mencapai 7,95 persen, konstruksi 12,94 persen, perdagangan 12,94 persen, transportasi 12,26 persen dan penyediaan akomodasi 11,11 persen. Sedangkan sektor informasi dan komunikasi turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 12,78 persen, jasa keuangan 11,37 persen, real estate 11,97 persen, jasa perusahaan 14,95 persen, administrasi pemerintahan 12,99 persen, jasa Pendidikan 13,76 persen, jasa kesehatan 13,64 persen dan lainnya 14,54 persen. Ini tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Diharapkan nanti masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa mendapatkan dampak yang positif, terutama bagi dirinya. Lalu untuk masyarakat sekitar, misalnya dengan munculnya industri rumah tangga yang dapat menampung tenaga kerja dari wilayahnya. Hal ini juga akan sangat membantu pemerintah Indonesia dalam menekan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Bila upaya ini dilakukan secara terus-menerus dan konsisten serta visi dan misinya tidak berubah, maka kesejahteraan bagi masyarakat umum bisa terlaksana menurut Chandra Ekajaya.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Adakah yang pernah mendengar atau mencoba makanan yang satu ini  yaiut memakan mie yang bisa melayang? di Kota Solo ada warung unik yang menyediakan dan menjual makanan mie tebang.  Warung unik ini menjual mie yang disajikan bisa melayang-layang.. Inovasi bisnis kuliner ini dilakukan oleh pemuda kreatif yang bernama Mamang Tse, dirinya merupakan seorang pelawak asal Kota Solo.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Inovasi memang akan menghasilkan sesuatu yang unik dan aneh. Salah satu inovasi memang harus dilakukan dalam berbisnis. Hal ini dilakukan agar konsumen bisa menemukan produk lain daripada yang lain dan tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja. Itulah yang diyakini Mamang Tse, yang memutuskan mendirikan usaha warung makan mie dan bakso dengan konsep yang berbeda dengan menonjolkan hal unik mie bisa terbang.

Aneh tapi nyata inovasi mie terbang yang satu ini, garpu terbang seolah membuat mie yang ada di mangkuk ikut melayang. Keunikan lainya yaitu  mangkuk mie ini bisa dimakan. Mamang Tse sengaja membuat mangkuk sendiri dari bahan bakso. Daging sapi yang sudah digiling, dicetak berbentuk mangkuk, dan disajikan sebagai wadah mie dan bahan lainnya.

Hal unik yang satu ini mendapat respon yang sangat baik oleh pecinta kuliner di kota Solo. Banyak yang heran dan penasaran dengan produk Mie Terbang buatan Mamang Tse. Setiap hari Mamang Tse bisa menjual lebih dari 100 porsi mie ayam terbang di warung miliknya. Bukan hanya menyediakan mie ayam terbang saja, dirinya juga memberikan pilihan tambahan kuliner lainya yaitu bakso beranak. Bakso beranak merupakan istilah untuk menu bakso besar dengan bermacam isian di dalamnya. Ketika dibuka, seolah bakso tersebut beranak.

Mie Terbang Inovasi Unik Produk Kuliner Anak Muda

Seluruh menu di Mamang Tse dijual dengan kisaran harga belasan hingga dua puluh lima ribu rupiah. Harga ini sangat terjangkau dengan kualitas dan keunikan dari produk yang dihasilkan bukan harga yang mahal untuk sajian unik dan lezat.

Bisnis kuliner menjadi salah satu potensi bisnis yang harus selalu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Indonesia. Pasar kuliner bisa dikatakan bisnis yang tidak bisa mati seperti yang diungkapkan pengusaha sukses Chandra Ekajaya. Dengan inovasi dan ketekunan bukan tidak mungkin orang lain bisa menjadi pengusaha sukses seperti Chandra Ekajaya dan Mamang Tse.

Gantungan Kunci Pembawa Berkah

Menjalankan bisnis tidak melulu tentang hal yang besar dan  akan menghasilkan keuntungan yang besar pula. Terkadang bisnis yang kecil bukan berarti bukan menghasilkan keuntungan yang kecil. Hal ini dibantah oleh pengusaha sukses yang memanfaatkan produk kecil namun keuntunganya bisa sangat besar. Inilah Chandra Ekajaya, pria kelahiran Malang jawa Timur yang menjalankan bisnis gantungan kunci dengan omset puluhat juta rupiah setiap bulanya.

Gantungan kunci, produk yang bisa dikatakan jika di pikir oleh orang awam benda murah dan pastinya jika berbisnis dengan produk tersebut kuntunganya pun kecil. Namun ternyata tidak bagi Chandra Ekajaya, oleh dirnya gantungan kunci disulap menjadi salah satu bisnis menjanjikan dan mengasilkan keuntungan yang bisa dibilang mengejutkan.

Gantungan Kunci Pembawa Berkah

Awal memulai bisnis, Chandra Ekajaya memang sedikit ragu-ragu karena produk gantungan kunci miliknya kurang mendaat respon yang baik oleh masyarakat. Tetapi dirinya tetap optimis dan kemudian mengembangkan bisnis gantungan kunci dengan menghadirkan pro duk unik seperti gantungan kunci model mobil dan hewan lucu seperti kupu-kupu, serangga dan masih banyak lagi lainya. Berkat ketekunan dan kreatifitas tanpa batas untuk menghadirkan produk berkualitas, akhirnya bisnis yang dbuat pada tahun 2013 ini sudah berjalan 4 tahun mendapat respon  yang positif oleh konsumen.

Tidak disangka-sangka produk kunci miliknya berbentuk jenis-jenis hewan mendapat pelanggan tetap dari daerah China dan Jepang. Setiap pesanan dari kedua negara tersebut saja setiap pesanan bisa memesan hampir 10 ribu pcs gantungan kunci fiberglass setiap bulanya. Dari sinilah omzet yang bisa di dapat oleh dirinya berkisar antara 40 hingga 50 juta rupiah setiap pemesanan.

Gantungan Kunci Pembawa Berkah

Pemasaran melalui media online bagi Chandra Ekajaya sangat membantu, selain ditipkan kepada toko souvenir dirinya menjual lewat media online seperti media sosial instagram, facebook dan twitter. Dari sinilah dirinya mendapatkan berbagai konsumen mulai dari dalam negeri sampai mancanegara.

Sampai saat ini kendala terbesar bagi dirinya adalah tenaga kerja, walaupun kebanyakan tenaga kerja berasal dari sekitar rumah terkadang masih belum konsisten. Namun bagi Chandra Ekajaya, dirinya ingin selalu bermanfaat bagi orang untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Hal yang terus diupayakan adalah inovasi produk yang lebih kreatif agar konsumen tidak bosan dengan produk yang itu-itu saja.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Dari berbagai ide bisnis yang sudah ada mungkin ada beberapa ide bisnis yang bisa dibilang unik dan tidak terpikirkan banyak oleh orang lain. Namun sebenarnya ide-ide bisnis seperti inilah yang mampu membuat pelaku bisnis tersebut mampu menghadirkan produk unik dan laris dipasaran. Pemikiran tersbeut sejalan dengan yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya, dengan memanfaatkan ide bisnis tas belanja unik.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Tas belanja memang menjadi salah satu bawaan wajib untuk orang yang akan berbelanja, kebanyakan orang masih menggunakan tas kresek untuk membawa belanjaan. Namun pola ini sudah mulai berubah, mengusung tema go green penggunaan tas kresek saat ini mulai dikurangi dan kebanyakan orang sudah mulai berubah dengan menggunakan tas belanja untuk membawa belanjaan.

Chandra Ekajaya memanfaatkan peluang ini dengan menghadirkan inovasi tas belanja unik dan kekinian sebagai pilihan tas untuk membawa belanja. Mentargetkan segmen pasar ibu-ibu dan remaja putri, dirinya menghadirkan tas belanjaa dengan dikombinasikan dengan aksen dan motif modern dan unik. Pemilihan ini ternyata di respon baik oleh para konsumen, dan kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan tas belanja buatan dari Chandra Ekajaya daripada menggunakan tas kresek sebagai bawaan belanja.

BISNIS TAS BELANJA UNIK RAUP UNTUNG BERLIPAT

Bermodal uang Rp 10 juta rupiah, awal memulai bisnis ini Chandra Ekajaya dalam kurun waktu satu bulan saja sudah bisa mengantongi keuntungan hingga mencapai Rp 1 – Rp 2 juta perbulan. Namun setelah berjalan beberapa bulan kemudian dengan mengandalkan pemasaran menggunakan media online baik facebook, instagram dan beberapa markter place terjadi peningkatakan penjualan secara drastis. Mungkin salah satu hal yang membuat tas belanja unik miliknya diburu oleh para konsumen selain karena motif nya yang unik, juga penggunaan media online sebagai sarana pemasaran.

Penggunaan tas belanja untuk berbelanja menurut Chandra Ekajaya saat ini harus digalakan, selain melihat dari aspek keuntungan bagi dirnya sendiri, namun dirinya khawatir sampah yang dihasilkan oleh tas kresek berbelanja dapat mencemari lingkungan. Terlebih sampah plastic sangat sulit diurai dan hancur, butuh waktu hingga berpuluh-puluh tahun agar menjadikan sampah tersebut hancur.

Chandra Ekajaya Terima Order Gula Batu Dari Minimarket

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis gula batu cukup menjanjikan keuntungan. Seperti yang dijalani Chandra Ekajaya dan keluarganya di Malang, Jawa Timur. Chandra Ekajaya menjalankan bisnis turun-temurun dari keluarga. Kini usahanya sudah cukup dikenal. Dia membuat Jajanan berlabel Gula Nenek. Usaha itu dijalaninya bersama sang suami sejak tahun 2016. “Awalnya itu dari istri punya oma yang diajarkan ke mama mantu, kemudian diajarkan kepada kami,” ujar Chandra Ekajaya.

Usaha kemudian dilakukannya bersama sang istri. Setiap hari mereka membuat 100 bungkus gula batu. Sebungkus berisi delapan buah gula batu. “Istri saya yang awalnya bawa ke pasar dimasukkan ke toko, termasuk lalu di Minimarket” jelas Chandra Ekajaya. Selain Itu, produk lokal Itu dibawa ke Kota Besar sekitar Jawa Timur. Namun semenjak istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu, produksi gula batu menurun drastis. Dia kekurangan tenaga kerja. Sekarang hanya dikerjakan berdua bersama dengan anaknya laki-laki.

Dok.Chandra Ekajaya

“Sudah tidak mampu buat banyak, beda dengan saat istri masih hidup. Termasuk dulu kan saudara banyak atau anak sehabis sekolah ke rumah bantu membuat. Sekarang sudah tidak,” ujar dia. Kini la hanya mampu membuat 30 bungkus setiap hari. Produk itu dipasarkan ke Minimarket di Malang, serta beberapa tempat di sekitarnya, juga terminal, serta memenuhi pesanan saja. “Kalau dari Minimarket biasanya dua pekan sekali, setiap masukkan 500 bungkus,” jelas Chandra Ekajaya.

Meski begitu, gula batu buatannya masih diburu penikmat gula batu, lantaran rasanya yang khas. “Pernah tidak buat waktu jaga istri di rumah sakit, ada yang tanya kenapa beda rasanya, lantaran bukan kami yang buat tapi pakai merek milik kami,” kata Chandra Ekajaya. Membuat gula tarik yang digilai oleh penggemarnya tak ada rahasianya. Hanya mempertahankan kualitas bahan saja. “Saya selalu pilih sendiri gula yang bagus. Mungkin rasanya beda lantaran ada tambahan kacang, sebab gula batu biasanya tak ada tambahan kacang hanya kayu manis saja,” kata Chandra Ekajaya.