Reaksi Chandra Ekajaya terhadap lagu Awkarin

Chandra Ekajaya yang seorang pengusaha muda ingin membuat video reaction terhadap MV Awkarin berjudul BadAss. MV baru awkarin ini baru diupload beberapa hari dan mempunyai banyak komentar miring, tapi diluar itu semua awkarin adalah sosok yang baik.

Chandra Ekajaya
Chandra Ekajaya

Video yang ditampilkan oleh Chandra Ekajaya adalah tentang komentar positif terhadap MV awkarin tersebut, meskipun dalam MV itu banyak memperlihatkan bagian tubuh yang sensitif tapi tidak ada komentar terhadap hal itu.

Hal yang ingin disampaikan Chandra Ekajaya adalah untuk meningkatkan lyric dan aransemen agar lebih dapat feelnya saat menyampaikan sebuah karakter lagu tersebut. Dengan banyaknya komentar miring seputar MV tersebut semoga membuat Awkarin dapat menerima saran dan kritik pedas agar dapat berkarya lebih kreatif.

Chandra Ekajaya Belajar Lingsir Wengi

Chandra Ekajaya juga belajar Bahasa Jawa

 

Film Dedemit (2017) yang akan diluncurkan oleh sutradara Chandra Ekajaya ini dapat diilang akan mengangkat seorang nama aktris cantik bernama Vionna sebagai pemeran utama dalam film tersebut. Dalam film tersebut, peran sebagai sosok yang dapat memanggil roh dengan cara melagukan tembang berjudul Lingsir Wengi.

Lagu dengan bahasa Jawa tersebut pun menjadi tantangan bagi sang aktris, Vionna. Lagu Lingsir Wengi adalah salah satu tembang Jawa yang dapat digunakan oleh sutradara Chandra Ekajaya untuk menambah kesan misterius di film yang juga akan dibintangi oleh beberapa selebritis ternama seperti Indira Cokolato dan Rejo Paula. Vionna yang harus melantunkan nada-nada Jawa itu pun belajar khusus dari sang asisten rumah tangganya tersebut yang kebetulan datang dari desa di Jawa Tengah.

Lingsir Wengi (Dok. Chandra Ekajaya)

Film bergenre horror ini akan masuk dalam layar bioskop pada bulan Juni 2017 mendatang. Saat ini, Chandra Ekajaya masih banyak mengambil gambar dari adegan-adegan yang disusun dalam film tersebut. Kabarnya, ia telah menghabiskan biaya hingga Rp 1,2 miliar untuk penggarapan tersebut.

Chandra Ekajaya, mengaku bahwa kini ia pun tengah fokus lebih pada penggarapan film tersebut. Karena di sela-sela penggarapan film tersebut, ia juga tengah menggarap sebuah company profile untuk perusahaan periklanan yang tengah ia dirikan. Kabarnya Chandra Ekajaya tengah sibuk menggarap acara-acara tersebut agar mampu memberikan supplai dana untuk penggarap film Dedemit yang sebentar lagi akan rilis di bioksop.

Mobil Bekas Seken Chandra Ekajaya

Pada awal tahun 2017 ini, Chandra Ekajaya sedang menaruh minat pada bisnis penjualan mobil bekas alias seken. Ia mengatakan bahwa pada bulan Januari di tahun ini penjualan mobil bekas semakin bergairah dan menarik. Sebagai pengusaha, kini pria asal Wonosobo ini sedang memperbanyak stok mobil untuk dipamerkan.

mobil-bekas-seken-chandra-ekajaya

Untuk calon konsumennya, yang menjadi sasaran dari Chandra Ekajaya adalah para pelanggan yang sebagian besar merupakan user atau pengendara mobil. Di pameran yang digelar oleh beberapa pedagang dan pengusaha mobil bekas tersebut terlihat aktivitas jual beli yang sangat ramai. Banyak dari kalangan konsumen yang mencari kendaraan dengan jenis mini bus.

 

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pameran yang digelar di Wonosobo Mall City sifatnya gratis. Sehingga siapa pun bisa masuk, melihat-lihat, atau pun memilih dan membeli mobil yang dipamerkan tersebut. Sebagai panitia, pengusaha kelahiran 19 Februari 1991 ini tidak mempersulit keikut sertaan para pedagang atau pun pengusaha dalam pameran kali ini.

 

Panitia hanya memberikan syarat bahwa mobil yang ditampilkan dalam pameran harus mempunyai kualitas yang bagus. Kemudian pedagang dan pengusaha harus berani membanderol harga mobil lebih murah bila dibandingkan dengan tempat yang lainnya. Chandra Ekajaya mengatakan bahwa dengan komitmen yang dipegang seperti itu maka mobil-mobil yang sudah dikeluarkan 20 hingga 10 tahun yang masih dikenal oleh masyarakat.
Chandra Ekajaya mengatakan bahwa mobil-mobil yang dipamerkan dikelompokkan dan dikategorikan berdasarkan jenis, merek, dan tipe. Bahkan ia mengatakan bahwa banyak pedagang atau pengusaha yang kekurangan stok karena banyaknya permintaan dari para pembeli. Itu membuktikan bahwa pameran tersebut berhasil menarik perhatian pembeli.

 

Selain menggelar acara pameran, Chandra Ekajaya juga mengadakan berbagai macam acara dan event yang include dalam acara tersebut. Transaksi tukar tambah kerap mewarnai acara ini. Bahkan banyak pengunjung yang ingin menjual mobil pribadinya dan diikut sertakan dalam pameran itu. Sebab pameran ini menjadi salah satu pameran mobil bekas yang sangat bergengsi di seluruh Indonesia.

Yohanes Chandra Kurang Peka, Kadang tak Peduli

Usia belia memang merupakan awal dari semuanya, terutama untuk pertumbuhan fisik dan sensorik sorang anak, dalam keseharian tak jarang anak yang mengalami gangguan sensorik baik ringan bmaupun yang masuk kategori berat. Dalam artikel kali ini akan sedikit kita perkenalkan gangguan sensorik anak yang kadang orang tua sendiri tidak sadar bahwa anaknya mengalami gangguan sensorik.

cinta-anak-yohanes-chandra

Jenis gangguan sensorik yang, pertama ialah sensori perabaan. Yakni,ketika semua informasi yang diterima lewat kulit, baik itu sentuhan, gesekan, suhu dan rasa sakit terhadap tubuhu seorang anak. “Anak tidak mau atau tidak suka disentuh, tidak suka keramaian, tidak menyukai bahan tertentu seperti pasir, kapas dan lain sebagainya,” jelas Yohanes Chandra, Amd.OT.

Kedua ialah sensori pendengaran. Ialah ketika seorang anak akan takut mendengar suara vacum cleaner, hair dryer, mixer, blender, gonggongan anjing, dan lain sebagainya. Anak akan menangis atau menjerit ketika mendengar suara tiba-tiba dan sering berbicara sembari teriak jika ada suara yang mengganggunya seperti orang yang paranoid terhadap sesuatu hal. Selanjutnya ialah sensori penciuman. Anak akan menolak masuk ke sebuah lingkungan karena tidak suka dengan aromanya, dan tidak suka makanan tertentu karena tidak suka aromanya.

“Anak sulit membedakan bau adalah anak yang mengalami gangguan sensori integrasi,” kata Yohanes Chandra. Amd, OT..

Pada gangguan sensori penglihatan, anak akan mudah teralih oleh stimulus penglihatan dari luar, sulit membedakan warna, bentuk dan ukuran, menulis tulisan secara naik turun dan senang bermain dalam suasana gelap.

Terakhir sensori pengecapan, di mana anak suka memilih-milih makanan dan menolak makanan yang baru dikenalnya. Tidak suka dan menolak untuk sikat gigi, lebih suka mengemut makanan karena sulit untuk mengunyah, menelan dan mengisap. “Kalau anak sering memasukkan benda ke dalam mulut, bisa jadi terjadi gangguan pada sensori integrasinya” ujarnya.

cinta-anak-yohanes-chandra-2

Dalam hal ini, anak yang memiliki gangguan terhadap sensori integrasi akan menimbulkan masalah yang tak menyenangkan, seperti kurang percaya diri, antisosial, perhatian mudah dialihkan, kurang bisa mengontrol diri, terhambatnya prestasi sekolah, terlalu peka, bahkan bisa kurang peka terhadap apa pun, hambatan perkembangan motorik serta bicara, tidak peduli dengan sekitar, dan gerakan tampak tidak luwes menjurus ke serampangan.

Itulah beberapa pengetahuan untuk para orangtua yang masih memiliki buah hati yang berusia balita. Karena dari usia balita inilah biasanya gangguan sensorik anak mudah di pantau kata Yohanes Chandra, Amd.OT. Akan sangat fatal bagi para orangtua jika terlambat mengetahui gangguan sensorik pada anaknya, jadi segera pantau perkembangan sensorik anak anda sedini mungkin.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Sajikan Olahan Cireng Rasa Internasional

usaha cireng pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

usaha cireng yohanes chandra ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya pengusaha dan pebisnis sukses muda Indonesia, generasi muda adalah generasi aktif yang memiliki banyak ide-ide kreatif yang sangat menarik. Salah satu potensi yang harus mampu digali dan diasah oleh generasi muda. Tak terkcuali bisnis kuliner. Yohanes Chandra Ekajaya yang suka akan kuliner mengembangkan ide kreatif nya dengan membuka bisnis kuliner olahan cireng yang diberi nama Cha Cireng.

Ide kreatif ini nampaknya menjadi cirri khas anak muda jaman sekarang untuk mengambangkan bisnis kulinernya. Dengan kerja keras mengolah dan meracik olahan kuliner asli Indonesia berupa cireng. Akhrinya Chandra mampu menciptakan olahan cemilan khas jawa barat ini yang sangat inovatif dan memiliki daya saing yang tinggi.

Awal mula mengembangkan bisnis ini adalah diawal tahun 2012, titik awal inimenjadi perintis membuka bisnis Cha Cireng. Dengan pemikiran ingin mengembangkan makanan khas tradisional Indonesia dan juga bisa mengangkat nilai makanan khas Indonesia.

usaha cireng pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya menuturkan bahwa ia telah memiliki pengalaman mencicipi beragam kuliner daerah di beberapa wilayah di Indonesia. Ia sangat meyakini bahwa kuliner asli Indonesia sebenarnya mempunyai kekuatan dan nilai jual yang tidak kalah dengan kuliner asing. Permasalahannya adalah saat ini masih banyak pandangan sebelah mata yang menganggap kuliner lokal tidaklah menarik dan terkesan ketinggalan jaman.

Dari hal itulah mereka mulai menyusun berbagai resep dan olahan cireng. Olahan khas pasundan jawa barat ini diolah dan menambahkan beberapa unsur modernisasi. DIolah dengan bahan-bahan pilihan dna mengutamakan kenikmatan produk olahanya itu.

Setelah memantapkan konsep dan strategi bisnis, pengembang Cha Cireng mulai melakukan pemasaran produknya. Di tahun 2014, salah satu strategi yang sukses mendompleng nama besar Cha Cireng adalah keputusan untuk membuka jaringan pemasaran lewat kerjasama distributor dan reseller yang ada di seluruh Indonesia.

Strategi inilah yang diusung oleh Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya dan kemudian perlahan mampu memperkenalkan Cha Cireng sebagai produk kuliner lokal namun mempunyai kualitas international. Dari awalnya puluhan, kini sampai awal tahun 2016 jumlah reseller aktif Cha Cireng sudah mencapai ribuan mitra. Bahkan beberapa distributor Cha Cireng sudah ada yang mampu menaikkan omset usaha hingga 100 juta rupiah dalam satu bulan.

Dari situ pemasaran produk Cha Cireng kian berkembang hingga merambah ke pasar luar negeri. Beberapa negara yang saat ini telah disambangi oleh produk Cha Cireng antara lain Malaysia, Thailand, Belanda, Mesir, Qatar, Australia, Jepang serta beberapa negara lain.

Yohanes Chandra Ekajaya Kantongi Untung Besar Lewat Bisnis Ayam Goreng

yohanes-chandra-ekajaya-kantongi-untung-besar-lewat-bisnis-ayam-goreng

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan seorang sosok pengusaha muda sukses Indonesia yang dikenal melalui salah satu bisnisnya yang bergerak pada bidang kuliner yaitu bisnis ayam goreng. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur pada 29 tahun silam ini memang berhasil meracik bumbu untuk bisnisnya tersebut. Meski baru tiga tahun berjalan, Yohanes Chandra Ekajaya telah sukses dalam meraup keuntungan dengan bisnis ayam goreng miliknya yang diberi label bernama Ayam Goreng Kang Eka. Membawa konsep gerai berupa gerobak yang berdiri di pinggiran jalan,  Yohanes Chandra Ekajaya optimis dalam membangun bisnisnya tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa peluang bisnis tersebut dilatarbelakangi dari merebaknya penikmat fried chicken yang tak pernah surut dan terus mendatangkan banyak konsumen baik dari kalangan kelas menengah kebawah hingga ke atas. Ayam goreng memang menjadi makanan primadona bagi sebagian banyak orang. Keistimewaan rasa dan kerenyahan ayam goreng memang menjadi andalan bagi para pedagang yang ingin bergerak dalam bisnis serupa.
yohanes-chandra-ekajaya-ayam
Yohanes Chandra Ekajaya juga mengisahkan bahwa ia telah membuka gerai tersebut hampir delapan tahun dalam menggeluti bisnis usaha ayam gorengnya. Sebelumnya, Yohanes Chandra Ekajaya bekerja sebagai seorang pengusaha yang juga sukses di bidang bisnis serupa.

Kini kesuksesan demi kesuksesan mulai didapatkan dari Yohanes Chandra Ekajaya. Yohanes Chandra Ekajaya merinci bahwa biaya yang ia keluarka untuk setiap harinya mencapai 20 ekor untuk setiap harinya. Harga setiap porsi ayam gorengnya pun dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau yaitu antara Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu untuk setiap porsinya. Omzet puluhan juta rupiah pun merupakan omzet yang didapatkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya untuk setiap bulannya.

yohanes-chandra-ekajaya-bisnis-ayam-goreng

Yohanes Chandra Ekajaya pun tak mau berpuas diri, ia pun menceritakan bahwa di tengah pasar yang semakin kompetitif, ia terus mengembangkan bisnisnya dengan strategi yang jitu. Pengembangan kualitas produk, layanan, serta strategi marketing menjadi beberapa hal yang dikembangkan oleh lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini untuk bersaing di tengah percaturan bisnis ayam tepung dalam pasar domestik.

yohanes-chandra-ekajaya-kantongi-untung-besar-lewat-bisnis-ayam-goreng

Yohanes Chandra Ekajaya Sukseskan Kopi Gayo di Pasar Dunia

pengusaha kopi gayo yohanes chandra ekajaya

 

pengusaha kopi gayo J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya seorang pengusaha muda sukses yang dikenal lewat berbagai bisnisnya di bidang kuliner. Nah, baru-baru ini Yohanes Chandra Ekajaya tengah merintis sebuah usaha warung kopi yang fokus untuk mengeksplor rasa dan cita rasa kopi Aceh dan kini tengah moncer di pasar mancanegara.

Ya, Kopi Gayo merupakan salah satu komoditi yang dikembangkan oleh pria kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut. Kopi yang menjadi salah satu ikon kota Aceh ini memang digemari oleh banyak orang, khsusunya para pecinta kopi. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya kopi Gayo merupakan sebuah komoditi yang mendatangkan peluang bisnis, dimana kopi tersebut mulai merambah ke berbagai daerah seperti Medan, Padang, dan Makassar.

Selain dikarenakan kopi merupakan sebuah kebudayaan yang identik dengan masyarakat Indonesia, Yohanes Chandra Ekajaya memang pandai dalam memasarkan produk tersebut hingga ke belahan dunia. Kini bisnis kopi miliknya yang bernama Kopi Gaung ini memang telah menjadi primadona.

pengusaha kopi gayo yohanes chandra ekajaya

Pelaku bisnis Kopi Gayo saja bangun coffeeshop meniru konsep kebanyakan mini market yang sudah dipadukan seperti warung kopi. Yohanes Chandra Ekajaya pun telah melakukannya demikian, dimana warung Kopi Gaung memang dikonsep seperti minimarket dengan penataan tradisional dan dipadukan dengan konsep warung kopi.

Uniknya, minimarket yang disediakan oleh Yohanes Chandra Ekajaya pun tak hanya sekadar menjajakan makanan dan minuman ringan. Namun, Yohanes Chandra Ekajaya mencoba menawarkan kepada para konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk organik yang ia dapatkan dari para petani organik di berbagai desa.

Kampanye hidup sehat memang menjadi hal yang digembor-gemborkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya lewat warung tersebut. Hal tersebut dibuktikan olehnya melalui berbagai macam produk yang ditawarkan kepada para konsumen seperti burger dari bahan-bahan organic, mie ayam yang terbuat dari sawi, kerupuk ikan, dan sebagainya. Setiap bulannya Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan penghasilan hingga ratusan jutapiah. Meski sukses dalam bisnis tersebut, Yohanes Chandra Ekajayaterus mengembangkan produk-produk andalannya agar mampu menjaring dan dipercaya oleh konsumen baik lokal maupun global.

Yohanes Chandra Ekajaya Pintar dalam Memilih Kuteks

yohanes-chandra-ekajaya-kuteks

Perempuan merupakan makhluk ciptaan Tuhan paling indah, karenanya wanita sering diposisikan sebagai makhluk yang diagung-agungkan oleh bebeapa bangsa di dunia ini. Di era modern saat ini keindahan seorang wanita dapat dilihat dari berbagai aspek, bahkan hal terkecil sekalipun dalm fisik seorang wanita itu. Bagi perempuan, wajah cantik saja terasa kurang. Kuku pun jadi perhatian dan dipoles agar terlihat lebih menarik. Tetapi, hati-hati bagi Anda yang gemar menghias kuku dengan kuteks. Keseringan pakai kuteks malah bisa merusak jaringan kulit.

Sesuai dengan perkembangan zaman saat ini ada berbagai macam jenis kuteks yang dikembangkan. Saat ini kuteks makin mudah didapatkan. Varian warna dan harganya pun makin beragam. Namun Anda perlu cerdas memilih dan menggunakannya. Sebab, kuteks merupakan campuran berbagai zat kimia. Formaldehyde salah satu zat yang bekerja sebagai bahan pengeras serta pengawet pada kuteks. Sehingga tidak bisa sembarangan dalam memilih kuteks

yohanes-chandra-ekajaya-kuteks

Salah satu zat yang umum didapatkan pada kandungan kuteks itu merupakan turunan dari formalin berwu-judgasmaupun cairan. Apabiladigu-nakan jangka panjang bisa mengakibatkan rusaknya jaringan kulit, kuku dan reaksi alergi.

Seperti yang diungkapkan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Yohanes Chandra Ekajaya, SpKK, pemakaian kuteks dalam jangka waktu terbatas tidak mempunyai dampak yang begitu serius.

yohanes-chandra-ekajaya-pintar-dalam-memilih-kuteks

“Kulit harus tetap dijaga kesehatannya, kalau sudah waktunya kuteks harus segera dibuka, jangan terlalu sering menggunakan karena kuku juga butuh nutrisi dan bernafas’ ujar dr Yohanes Chandra Ekajaya dokter yang lama di bidang kulit dan kelamin itu.

Dampak pemakaian kuteks secara berlebihan juga bisa menyebabkan alergi pada kulit. Misalnya saja ketika kuku menyentuh bagian tubuh yang sensitif (leher) akan mengakibatkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit akibat zat kimia pada kuteks.

“Yang namanya zat kimia pasti ada dampaknya pada kulit seperti Fonnaldehycie yang sering ditemui pada kuteks mampu merusak jaringan kulit dan menimbulkan ruam pada kulit,” kata dr  Yohanes Chandra Ekajaya.

Adapun Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Yohanes Chandra Ekajaya, SpKK, menyarankan agar tidak memakai kuteks saat si pemakai menderita jamur kuku. Pemakaian kuteks, kata dia, justru akan memperparah tumbuhnya jamur dan mengalami pembengkakan.

Salah satu jamur yang sering dijumpai di daerah tropis dan menyerang kuku adalah Tinea unguium, yang membuat kuku terlihat rapuh, kusam dan keruh.

“Yang perlu diperhatikan adalah hindari pemakaian kuteks jika mengalami permasalahan penyakit (infeksi jamur) pada kuku kaki dan tangan agar tidak berdampak buruk sehingga menimbulkan efek yang dapat membuat jamur kuku menjadi semakin parah dan menjadi suatu masalah yang serius,’ tutur dr Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya: Konsumen Bukan Raja

yohanes-chandra-ekajaya-raja

Hampir setiap pengusaha mengatakan bahwa konsumen adalah raja. Tetapi bagi seorang pengusaha muda kelahiran Wonosobo ini, konsumen bukanlah seorang raja. Baginya konsumen adalah keluarga. Konsep dan prinsip inilah yang membuat seluruh usaha milik Yohanes Chandra Ekajaya tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Jargon bisnis yang mengatakan bahwa konsumen adalah raja menurut Yohanes Chandra Ekajaya jargon yang menyesatkan. Karena bila konsumen adalah raja, artinya penjual posisinya berada di bawah pembeli. Sedangkan bila yang digunakan jargon pembeli adalah keluarga maka posisi penjual dan pembeli setara. Tetapi prinsip yang dipegang keduanya adalah saling memahami dan saling mengerti. Sehingga akan tercipta kesepakatan yang bisa diterima kedua belah pihak.

yohanes-chandra-ekajaya-raja

Bagi Yohanes Chandra Ekajaya, dengan memegang prinsip konsumen adalah keluarga, maka ia bisa memperlakukan konsumen dengan sikap yang ramah dan lembut serta tidak membeda-bedakan. Bila dijalankan dengan tulus dan sungguh-sungguh maka penjual akan mempunyai ikatan persaudaraan yang tulus dari para konsumennya. Dari segi promosi, hal tersebut akan sangat menguntungkan.

Konsumen yang merasa nyaman karena diperlakukan layaknya keluarga oleh penjual akan menceritakan keramah tamahan dan sikap kekeluargaan yang penjual tawarkan, sehingga secara langsung atau pun tidak langsung penjual akan mendapatkan keuntungan. Yohanes Chandra Ekajaya sudah membuktikan hal tersebut, dan sangat berhasil.

yohanes-chandra-ekajaya-konsumen-bukan-raja

Keramahan, ketulusan, dan kekeluargaan membuat sebuah usaha yang berhubungan dengan dunia bisnis bisa berjalan dengan sukses dan berkembang dengan pesat. Yohanes Chandra Ekajaya pun mengatakan bahwa konsumen yang merasa nyaman dengan segala fasilitas serta sikap ramah dan kekeluargaan yang ditawarkan oleh penjualnya, maka ia akan menjadi pelanggan yang selalu membeli di penjual tersebut.

Biasanya para konsumen bisa kembali hinga tiga atau empat kali untuk membeli produk yang ditawarkan oleh penjual, tergantung dari jenis produk yang dijual. Yohanes Chandra Ekajaya mencontohkan jika penjual itu menjual mobil, maka konsumen yang sudah merasa nyaman pasti akan kembali lagi dua atau tiga kali untuk membeli mobil baru atau sekedar tukar tambah. Setidaknya para konsumen pasti kembali lagi.

 

 

Yohanes Chandra Ekajaya Tekuni Bisnis Kuliner

yohanes-chandra-ekajaya-dan-kuliner

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, bagaimana pun emansipasi itu berjalan, tetap saja dapur tidak bisa dilepaskan dari perempuan. Oleh sebab itu pengusaha muda ini merekrut banyak perempuan untuk menyalurkan hobi mereka di dapur. Sehingga para wanita tetap bisa memasak dan berinovasi. Mengenai rasanya, tentu saja kualitas masakan para wanita tersebut tidak kalah dengan kualitas masakan di restoran berbintang lima.

Yohanes Chandra Ekajaya membantu para wanita untuk selalu bereksperimen di dapur. Jika memang ada potensi, maka pengusaha sukses ini akan membantu mereka untuk mendirikan rumah makan atau usaha katering di wilayah-wilayah yang strategis. Secara manajemen semuanya akan dikelola oleh manajemen pengusaha muda ini, sedangkan untuk produksinya semuanya akan diserahkan kepada para perempuan dan ibu-ibu muda.

yohanes-chandra-ekajaya-ayam-ayam

Menurut pria yang lahir pada tanggal 9 Februari 1989 ini wanita-wanita yang sudah mempunyai pekerjaan pun tidak harus meninggalkan hobinya untuk memasak. Mereka bisa bekerja secara part time dalam manajemen YCE Group. Yohanes Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa ini juga sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Tidak hanya terpaku pada satu jenis kuliner, para wanita dan ibu muda binaan Yohanes Chandra Ekajaya juga berinovasi dengan lini bisnis lainnya tetapi masih berhubungan dengan kuliner. Mereka sebagai karyawan dan pegawai pun mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku bisnis kuliner adalah inovasi untuk menangkap peluang pasar.

yohanes-chandra-ekajaya-dan-kuliner

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya pun memberikan tips dan saran kepada mereka jika ingin membuat atau mendirikan sebuah usaha mandiri sendiri. Ia mengatakan bahwa seorang pengusaha baru harus mempunyai ketekunan dan kejelian untuk membaca kondisi pasar.  Pangsa pasar besar adalah generasi muda yang sedang menuntut ilmu di perantauan.

yohanes-chandra-ekajaya-kuliner-ayam

Selain itu Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal maka produksi, distribusi, promosi, dan pengembangan pasar harus dijalankan secara seimbang, integral, dan sinergis. Kemudian setelah mendapat keuntungan maka jangan langsung dihabiskan, tetapi harus dialokasikan untuk pembelian aset, sehingga aset produksi bertambah dan kapasitas produksi pun akan meningkat.